Akar Permasalahan Hutang (Part 2)

0
113

Ada eksperimen menarik. Seorang pemenang undian berhadiah senilai Rp 5 milyar dilacak kebahagiaannya selama 6 bulan setelah ia mendapat hadiah.Apa yang terjadi? 6 bulan setelah menang hadiah Rp5 miliar, level kebahagiaan orang itu sama dengan sebelum ia menang undian berhadiah. Itulah efek hedonic treadmill.

Jadi apa yang harus dilakukan agar kita terhindar dari jebakan hedonic treadmill? Lolos dari jebakan nafsu materi yg tidak pernah berujung ?

Terapkanlah  gaya hidup bersahaja! Sekeping gaya hidup yang tidak silau oleh gemerlap kemewahan materi. Mengubah orientasi hidup! makin banyak berbagi , semakin banyak memberi kepada orang lain, justru teruji semakin membahagiakan. Bukan banyak  mengumpulkan materi yang membuat kebahagiaan anda  terpuaskan!

When enough is enough.

Kebahagiaan itu kadang sederhana. Misal masih bisa menikmati secangkir kopi panas, memeluk anggota keluarga yang sehat, tersenyum memulai hari hari, menyapa dan memberi tip ke tukang sampah, lanjut membaca “makanan” spiritual sepanjang perjalanan menuju tempat tugas berbakti untuk bangsa dan agama, maka betapa indahnya hidup ini!

Selamat menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya kawan.

“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu)” QS al-Takâtsur [102]: 1-3.

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia semakin kikir.” QS al-Mârij [70]: 19-21.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kekayaan itu bukanlah lantaran banyak harta bendanya, akan tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kebahagiaan  jiwa.” (HR al-Bukhari).

Hedonic Treadmill  bisa berlaku pada siapa pun, baik pada karyawan, profesional, maupun pengusaha. Bagi pengusaha, ambisi untuk melebarkan bisnis adalah sesuatu yang biasa. Maka ketika modal kerja tidak cukup untuk melebarkan sayap bisnis kemudian dipenuhi dengan modal bank atau rentenir, maka pengusaha ini mulai memasuki jebakan hedonic  treadmill.

Hutang bank atau pinjaman lainnya, adalah ibarat dua sisi mata pisau. Bisa digunakan untuk bisnis tapi pada saat tertentu hutang itu akan menjadi boomerang, terutama saat bisnis dalam kondisi yang tidak sesuai rencana. Hutang bank bagi sebagain pengusaha ada yang mengibaratkan sebagai payung yang dipinjamkan oleh bank (kreditur) pada saat musim panas (saat bisnis lancar) kepada seseorang. Tapi pada saat musim hujan (bisnis mulai bermasalah), bank tidak mau apa pun yang terjadi, payung diminta kembali, bahkan  akan diambil paksa. Jadi peminjam payung ini tambah kehujanan (tambah terpuruk)

Faktor Mentalitas

Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh mentalitas. Ada mental kaya, kelas menengah (middle class), dan mental miskin. Mentalitas orang miskin adalah belanja, belanja dan belanja. Dia selalu ingin membeli sesuatu, memiliki sesuatu atau melakukan sesuatu. Sayangnya mereka tidak menghitung apakah uangnya cukup atau tidak. Maka orang seperti ini tidak pernah bisa lepas dari hutang. Orang miskin biasanya berhutang untuk makan (konsumtif). Mentalitas kelas menengah (middle class) biasanya pada mereka yang berpenghasilan tinggi dan ingin terlihat kaya. Bukan kaya beneran, hanya seperti orang kaya!. Tampilannya oke, dengan barang-barang mahal. Fokusnya pada life style. Bahkan gaya hidup adalah ideologinya. Mereka tidak sadar, bahwa ongkos untuk terlihat kaya jauh lebih mahal dari pada menjadi kaya beneran. Akhirnya ia jatuh dalam kemiskinan. Orang middle class sebagian besar berhutang konsumtif (gaya hidup).

Terakhir, mentalitas kaya. Mentalitas ini berusaha mengubah income menjadi aset. Bagaimana menaikkan pendapatan menjadi fokusnya. Orang kaya berhutang untuk modal dan investasi, dan ia mampu membayar hutangnya. Orang kaya cenderung bersahaja.  Mereka menghargai uangnya. Setiap rupiah yang keluar selalu dihitung manfaatnya.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here