Akar Permasalahan Hutang (Part 6)

0
97

“Tapi, kenapa ada orang rajin shalat, berbuat baik kepada sesama tapi hidupnya susah?” Kadang-kadang memang ada seperti itu.  Bila ini yang terjadi, maka ada tiga kemungkinan:

  • Pertama, orang ini belum baik beneran. (Mungkin) shalatnya tidak khusyuk à wajar perbuatan baik itu tidak berefek positif bagi kehidupannya
  • Kedua, orang ini baik, tapi masih banyak berprasangka pada Allah, tidak bersyukur, dan selalu menggerutu à sikap berburuk sangka, menggerutu/kurang syukur bisa menghalangi pertolongan Allah, bahkan mendatangkan siksa yang berat (QS.Ibrahim : 7).
  • Ketiga, orang ini baik beneran, ikhlas, pasrah, dan bersyukur à maka Allah masih tes lagi, apa benar orang ini baik?. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang merekatidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. 29:2-3).

“Dan sungguh akan Kami berikan ujian kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS : 2:155).

Bagi anda yang tidak ikut jalanNya tapi hidup anda ‘dibikin’ susah oleh Allah, itu pertanda Allah sayang anda. Anda diingatkan sebelum terlalu jauh melangkah dalam kesesatan. Allah ingin agar anda segera kembali ke jalan yang benar.  Simpelnya begini. Anda punya anak SMA yang bandel. Kelakuannya menjengkelkan, sering membuat masalah. Anda sudah ingatkan dengan baik-baik, tapi masih tidak mengubah sikapnya. Karena anda begitu sayang, anda berusaha agar dia kembali pada jalan yang benar. Maka anda cari cara lain. Anda kurangi ‘kenikmatan’ kepadanya. Misal, uang sakunya dikurangi dan dilarang memakai motor. Semua ini anda lakukan dengan harapan anak mau berdialog dengan anda. Mungkin yang terjadi, anak anda bilang, “Papa, tolong dong, uang saku dan motornya jangan ambil”. Anda bisa bilang, “Oke, saya akan berikan lebih dari itu kalau kamu mau berbuat baik”. Anak anda setuju, dan kembali menjadi anak baik. Tapi bisa juga terjadi sebaliknya, anak anda semakin melawan. Dia minggat dari rumah, dan semakin sengsara.

Kira-kira seperti itu, Allah ‘menegur’ anda yang lalai dengan perintah dan laranganNya. Anda ‘dibuat’ sedikit masalah oleh Allah. Kembali kepada anda, mau balik lagi kepada Allah, minta bantuanNya, apa semakin jauh dariNya. Kalau kembali kepada Allah, maka anda akan dibantu olehNya. Tapi sebaliknya kalau anda menjauh, Allah akan membiarkannya. “Terserah anda mau apa, jungkir balik, terserah loe” – kira-kira begitulah ‘bahasa gaulnya’.

Beda dengan orang kafir, Allah biarkan mereka semakin jauh dariNya. Dibiarkan! Tapi karena sifat arrahman arrahiim, Allah masih kasih orang kafir rahman, kasih sayang di dunia. Arrahim tidak diberikan di akhirat. Sama seperti orang yang tidak shalat dan jauh dari Allah tapi hidupnya kelihatan enak, makmur. Itu hanya masalah waktu. Allah nunggu dia sampai jatuhnya. Kalau bahasa jawanya di ulu-ulu. Bahasa arabnya, istidraj, diangkat-angkat kemudian jatuh dan dibiarkan tanpa pertolonganNya.

Istidraj adalah suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah.
Ketika Allah membiarkan seseorang,

  • Sengaja meninggalkan shalat dan puasa.
  • Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat.
  • Berat untuk bersedekah.
  • Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.
  • Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.
  • Menganggap enteng perintah-perintah Allah.
  • Merasa berumur panjang dan menunda-nunda taubat.
  • Tidak mau menuntut (meningkatkan) ilmu agama
  • Lupa akan kematian.

Tetapi Allah tetap memberikan kepadanya,

  • Harta berlimpah.
  • Kesenangan terus-menerus.
  • Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.
  • Tidak pernah sakit.
  • Tidak pernah ada musibah.
  • Hidupnya aman-aman saja.

Maka ini adalah kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang berpaling dari perintah-perintah Allah. Allah menunda azabNya. Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia. Allah membuatnya lupa pada kematian.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here