Akar Permasalahan Hutang (Part 8)

0
91
muslim shopper

Mendahulukan Diri Sendiri

Mendahulukan diri sendiri berarti menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk diri sendiri, sebelum dialokasikan untuk keperluan lain. “Bayarlah dirimu lebih dulu”. Demikian prinsip utama dalam pengelolaan keuangan. Apa maksudnya? Utamakan pengeluaran untuk menabung minimal 10%, investasi minimal 10%, dan membeli aset produktif. Bukan sebaliknya, menabung dari sisa pengeluaran. Bila menabung merupakan sisa dari pengeluaran, maka yang sering terjadi, orang tidak akan pernah menabung. Kalau pun menabung, nilainya tidak signifikan (kecil sekali).

Jangan Besar Pasak dari pada Tiang

Pernyataan ini, sudah sangat familiar. Tapi entah kenapa masih banyak yang melanggarnya? Mungkin karena factor berikut. Misalnya penghasilan terlalu kecil sehingga tidak memenuhi kebutuhan standar hidup minimum. Tetapi dari sekian kasus yang terjadi, faktor utama yang menyebabkan pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan alias besar pasak daripada tiang (defisit) adalah karena orang tidak bisa memberikan prioritas pengeluaran, mengumbar nafsu – syahwat serta lapar mata.  Bila ini yang terjadi, maka tunggulah kebangkrutannya. Sebab masalah besar selalu bermula dari masalah keuangan. Orang yang selalu defisit keuangan, bila masih memiliki simpanan (tabungan) lama kelamaan akan habis.  Bila simpanan sudah habis, akan menjual harta benda yang dimiliki dan bila sudah habis pula, akan mencoba hutang kesana – kemari, gali lubang tutup lubang dan akhirnya dikejar-kejar debt collector alias penagih hutang berbadan besar J.

Menunda Kesenangan

Prinsip menunda kesenangan bukan berarti tidak boleh bersenang–senang, tapi mampu menahan kesenangan berlebihan. Menunda kesenangan berarti hidup sederhana. Bila anda mampu membeli handphone baru Rp10.000.000,-, dengan konsep menunda kesenangan, anda tidak akan membeli HP seharga itu, misalnya Rp2.000.000,- dan sisanya untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat dan menambah aset (investasi).

Prioritas Kebutuhan, Bukan Keinginan

Anda harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi, seperti makan, susu anak dan biaya sekolah. Sedangkan keinginan tidak harus dipenuhi karena belum tentu kebutuhan. Misalnya anda sudah punya motor, ingin membeli motor keluaran terbaru, padahal manfaatnya tetap sama yakni sebagai alat transportasi. Keingingan membeli motor terbaru itu mungkin karena gaya atau estetika, namun alasan ini tidak mendesak untuk dipenuhi.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here