Anomali Uang

0
1339

Uang itu memiliki anomali atau keanehan yang tidak berlaku hukum linear. Dia tidak bergerak lurus.

1. Uang yang kita kejar akan mengakibatkan kenaikan standar kenikmatan sehingga cenderung membuat kita mengejar mengejar tanpa berhenti.,Anda sukses beli BMW, tambah sukses beli Mercedes, tambah sampai 14 Lamborghini masih belum puas. Itu dinamakan hedonic treadmill.

2. Uang (kekuasaan) dalam jumlah besar berkumpul pada sumber kekuasaan. Itulah ciri-ciri uang. Oleh karena itu Uang dalam jumlah besar bukan pada ukurannya kita tapi sesuai ukurannya orang kaya.Uang dalam jumlah besar berasal dari relationship dengan sumber kekuasaan.

3. Uang dalam jumlah besar dipertukarkan dengan hal-hal yang dinilai lebih daripada uang.Ada seorang kaya yang mungkin anaknya kena penyakit langka. Ketika menikahkan anaknya rasanya bahagia melebihi semua harta yang dimiliki. Oleh karena itu daripada mengejar uang lebih baik fokus pada nilai mata uang relationship dengan sumber kekuasaan yaitu keikhlasan, kesetiaan, empati, compassionate, dan iba.

4. Iba adalah dasar kekuasaan paling tinggi. Semuanya mau kaya dan miskin minta tolong kepada Tuhan. Semuanya mohon pengampunan. Untuk mengerti permasalahan orang kaya, dibutuhkan iba.

Permasalahan antara orang kaya dengan anak-anaknya, misalnya, hanya bisa dicari solusi nya melalui rasa iba. Anak, apalagi anak orang kaya, pertama yang dilakukan adalah menaklukkan orang tuanya. Itu sifat anak. Hal ini hanya bisa diatasi dengan rasa iba atas penyakit Hedonism complex tadi point #1.

5. Di sini lah letak kelemahan sumber kekuasaan. Ada masalah pelik yang membutuhkan nilai kebijaksanaan. Karunia Tuhan kepada orang miskin adalah tak ternilai itu ditempa oleh kematangan jiwa. Keikhlasan, kesetiaan, empati, compassionate, dan iba adalah karunia orang miskin.

Penulis
Goenardjoadi Goenawan

sumber : bisnis.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY