Berani Gagal (Part 1) : Tidak Mencoba Adalah Jaminan Kegagalan

0
322

Selamat Pagi Sobat, apakah anda ingin kaya tanpa bekerja ? jika ya, yuk silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Banyak orang tidak berani melakukan sesuatu karena takut gagal. Mereka berjalan di tempat karena takut jatuh dalam melangkah. Mereka tidak menyadari, bahwa tanpa melakukan sesuatu atau tidak melangkah selangkah pun sebenarnya sudah gagal. Mereka telah gagal karena tidak melakukan apapun. Tidak melakukan tidakan apapun juga merupakan suatu keputusan. Ibarat orang akan menembak, sementara ia terus ragu – ragu dan tidak jadi menembak, maka sasaran pasti tidak kena. Padahal kalau dia mau menembakkan pelurunya, maka peluang berhasil tepat sasaran adalah fifty-fifty.

 “Tidak ada jaminan kesuksesan, namun tidak mencobanya adalah jaminan kegagalan”

Bill Clinton, mantan presiden Amerika

Keragu – raguan tidak saja menghilangkan kesempatan untuk sukses, tetapi juga dapat menimbulkan biaya. Saya memiliki pengalaman mengenai hal ini. Suatu saat saya dan istri mengantarkan putri saya ke dokter. Istri sering ragu-ragu dalam banyak hal, sehingga setiap ada masalah, sering menunjukkan sikap kekhawatiran yang berlebihan, termasuk pada dokter saat itu. Dokter sudah mengatakan bahwa putri saya sehat, dan tidak perlu dilakukan tindakan lanjutan. Sementara istri terus mendesak dengan berbagai pertanyaan dan berulang-ulang, apakah tindakan lanjutan itu perlu dilakukan. Maka si dokter mengatakan “Bu, ragu itu mahal harganya, lho!, Terserah ibu kalau mau putrinya diberikan tindakan lanjutan, tetapi kan harus mengeluarkan biaya mahal yang sia-sia?”. Benar kata dokter. Apabila saya dan istri yakin untuk tidak melakukan tindakan lanjutan maka tentu tidak ada biaya yang harus dikeluarkan karena memang semuanya sudah baik. Sebaliknya apabila saya melakukan tindakan lanjutan tentu biaya yang lebih besar akan dikeluarkan untuk itu.

Berangkat dari cerita sederhana ini sebenarnya kita dapat mengambil pelajaran bahwa keragu – raguan dalam bertindak dapat menimbulkan potential loss yang besar. Bayangkan misalkan di depan kita sudah ada peluang sangat bagus dan akan memberikan keuntungan, tetapi karena keraguan dalam mengambil langkah maka peluang tersebut lewat begitu saja atau diambil orang lain karena kita akan terlambat mengambil keputusan. Penyebab orang ragu-ragu dan takut gagal bisa karena faktor intern maupun extern. Faktor intern lebih disebabkan karena dirinya yang tidak terbiasa melakukan hal-hal baru. Tidak memiliki kemampuan untuk mengelola risiko, tetapi menganggap risiko sebagai sesuatu yang harus dihindari. Sementara faktor extern lebih banyak disebabkan karena budaya masyarakat yang belum dapat menerima kegagalan sebagai sesuatu yang biasa dalam hidup. Kegagalan masih dianggap sebagai hal tabu dan harus dijauhi. Seseorang yang gagal masih mendapatkan penilaian negatif, dianggap bodoh atau ceroboh. Simak saja buku – buku yang dijual di pasaran, lebih banyak menjual buku – buku yang menceritakan kesuksesan seseorang dari pada sisi kegagalannya.

Salah satu buku mengenai kegagalan yang menurut saya patut dibanggakan adalah Dare To Fail karangan Billi P.S Lim, yang banyak menceritakan bagaimana penulisnya mengalami jatuh bangun dalam menjalani hidupnya, namun ia tetap tegar. Justru dari kegagalan yang berulang – ulang itulah, sekarang ia mendapatkan hikmah sebagai pembicara terkenal untuk menceritakan tentang kegagalan. Menurut Lim, dalam hidup ini masyarakat cenderung menilai terlalu tinggi dan mengagung – agungkan kesuksesan, tetapi sangat sedikit atau bahkan tidak sama sekali terhadap kegagalan.

Kegagalan adalah sukses tertunda. Di dunia ini tidak ada yang gratis. Semua harus dibayar dengan usaha dan kerja keras, sementara usaha dan kerja keras tidak selamanya sukses. Begitulah kehidupan. Pepatah yang sering kita dengar adalah “Kegagalan merupakan sukses yang tertunda”. Karena itulah orang-orang sukses, tidak meraih kesuksesannya dengan mudah. Thomas A Edison, Henry Ford, dan Abraham Lincoln merupakan segelintir kisah sukses yang sebelumnya mengalami banyak kegagalan.

Kegagalan boleh datang berkali-kali, tetapi kita harus tetap tegar dan optimis untuk terus melangkah sampai membuahkan hasil. Simak saja kisah Kolonel Sander, pendiri Kentucky Fried Chicken yang ditolak sebanyak 1009 kali saat menawarkan resep ayam goreng atau Walt Disney yang gagal 302 kali bahkan sempat dianggap gila oleh orang-orang bank.

“Orang dapat berkali-kali gagal, tetapi ia belum benar – benar gagal sebelum ia mulai menyalahkan orang lain”

Promod Brata, penulis buku Born to Win

 Sekali kita sudah berhenti melangkah dan mulai menyalahkan kegagalan itu karena orang lain, maka saat itulah kita sebenarnya sudah benar-benar gagal. Bila kita tetap tabah menerima kegagalan sebagai suatu tantangan untuk terus maju, pasti kesuksesan itu akan kita raih, hanya menunggu waktu saja. Sukses yang tertunda bisa juga karena Allah sayang kepada kita. Allah lebih tahu dari apa yang tidak kita ketahui, misalnya bila kesuksesan itu diberikan saat itu justru akan membawa dampak negatif bagi diri kita, keluarga, orang lain bahkan masyarakat luas misalnya kita menjadi sombong, arogan, berbuat maksiat dan lainnya.

Ada hal menarik berkaitan dengan kesuksesan yang tertunda itu. Di dekat New York, ada museum International Supermarket and Museum, yang menyimpan kurang lebih 60.000 jenis barang konsumen yang pernah gagal di Amerika, dan dipajang pula produk-produk yang sukses, jumlahnya hanya 15.000. Dengan demikian, hanya satu produk yang sukses dari lima produk yang diluncurkan, dan itu berarti kesuksesan itu tidak datang dengan tiba-tiba, tetapi ada yang tertunda karena adanya kegagalan itu sendiri.

Sekarang marilah kita lihat cerita kegagalan mantan presiden Amerika, Abraham Lincoln. Usia 22 tahun Lincoln gagal dalam bisnis. Usia 23 mencalonkan diri untuk badan legislatif dan akhirnya kalah. Usia 24 ia gagal lagi dalam bisnis. Usia 25 terpilih sebagai anggota badan legislatif namun pada usia 26 kekasihnya meninggal dunia. Akibatnya, pada usia 27 ia mengalami depresi berat. Pada usia 29 ia kalah lagi dalam pemilihan ketua badan pertimbangan kemudian pada usia 31 kalah dalam pemilihan anggota electoral college (badan yang memilih presiden dan wakil presiden Amerika). Usia 37 terpilih sebagai anggota kongres. Pada usia 39, 46, 47 dan 49 ia mengalami kekalahan untuk pemilihan kongres, senat, wakil presiden dan terakhir senat lagi, sebelum akhirnya terpilih sebagai presiden Amerika. Abraham tidak peduli atas kegagalan dan apa yang dikatakan orang lain tentang dirinya. Namun demikian, ia sempat berucap “Tidak ada orang yang cukup baik untuk menjadi presiden, tetapi harus ada yang menjadi presiden”.

Menyimak kisah mantan presiden AS tersebut, meraih sukses harus dengan kerja keras dan ketetapan hati yang mantap. Risikonya adalah kegagalan. Bila sudah mengalami kegagalan berkali-kali, maka tidak perlu menghiraukan apa kata orang. Ibarat penonton pertandingan sepak bola, mereka (penonton) sebenarnya hanya bisa memberikan komentar tetapi belum tentu bisa main bola dengan baik. Begitulah kehidupan ini. Jadi tidak perlu risau.

“Lakukan apa saja yang anda anggap benar, karena apa pun yang anda lakukan juga akan dikritik. Anda di kutuk jika melakukan. Anda pun akan dikutuk juga jika tidak melakukan”

Eleanor Roosevelt.

Masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here