Berani Sukses : Memangnya Ada yang Ingin Sukses?

0
248

Menyiapkan mental sukses sama pentingnya dengan menyiapkan mental dalam menghadapi kegagalan, karena kesiapan tersebut akan menentukan kehidupan  kita selanjutnya, yaitu lebih sukses atau hancur setelah sukses. Sukses memang menjadi hak semua orang sehingga dapat diraih oleh siapapun. Namun demikian, sukses butuh persiapan, proses dan perjuangan panjang untuk meraihnya. Persiapan itu tidak hanya pada saat berjuang, tapi juga kesiapan mental saat meraih sukses, terutama bagaimana kita memperlakukan kesuksesan.

Kesuksesan memiliki beberapa definisi. Menurut Colin Turner dalam buku Born To Succeed, sukses adalah ketika kita mampu memanfaatkan secara optimal potensi yang kita miliki dan bagaimana peningkatan potensi itu dari waktu ke waktu dan bagaimana semua itu mengarah ke tujuan. Atas keberhasilan atau sukses itu ada pengakuan, prestise, keamanan dan lebih penting adalah kedamaian pikiran. Sementara itu, sukses menurut Peter Spann adalah ketika kita mengerjakan apa yang kita sukai dan menyukai apa yang kita kerjakan, ketika kita dikelilingi oleh orang – orang yang kita cintai, dan kita dihargai sesuai dengan keinginan kita.

Ada juga yang mengartikan sukses adalah seberapa jauh kita mampu bangkit kembali setelah jatuh dan bangkit kembali setelah jatuh, karena sukses tidak terjadi terus menerus. Bila kita bangkit kembali berarti tetap terbuka peluang meraih sukses. Berkali-kali kita jatuh, berkali-kali pula kita bangkit, sehingga kita betul-betul lentur menghadapi kegagalan. Salah satu kunci sukses adalah tidak boleh serakah, semua jenis usaha kita ambil, tapi seberapa banyak yang kita ambil dan fokus pada usaha tertentu yang kita kuasai. Selain itu, kita jangan terlalu ingin cepat sukses sebab sukses itu bukan hanya hasil, tetapi lebih pada sebuah proses perjuangan.

“…………… tidak ada kesuksesan yang mungkin diraih di dunia ini tanpa bekerja selama “lima belas” tahun. Hanya Tuhan sajalah yang mempunyai kekuatan untuk mencapai kesuksesan instan” Maulana Wahiduddin Khan, penulis buku Psikologi Kesuksesan

Seberapa besar usaha dan kesungguhan kita, itu lebih penting. Sebab bila seseorang lebih mengandalkan hasil, maka dengan sukses yang diraih dalam waktu cepat sering membuat sombong atau menggunakan cara – cara tidak bermoral dalam meraihnya dan sebaliknya apabila diraih dalam waktu lama bisa membuat frustasi. Oleh karena itulah seseorang yang sukses itu lebih bangga dan menghargai proses perjuangannya dan hal ini (mungkin) dapat dibuktikan dengan cara sebagai berikut. Silahkan anda berkunjung dan mengobrol dengan orang yang menurut anda sukses atau kaya. Apa yang diceritakan kemungkinan besar (pasti) bukan bagaimana mereka memperlakukan kesuksesan atau kekayaan itu misalnya bagaimana menikmati hotel mewah, berlibur, berapa jumlah kekayaan atau sejenisnya. Justru yang lebih banyak mereka ceritakan atau banggakan adalah bagaimana proses dan perjuangannya dalam meraih sukses atau kaya. Hal ini tentu sangat berbeda dengan orang kaya baru (OKB), yang lebih memamerkan kekayaan atau kesuksesannya untuk mencari pengakuan atau prestise.

Bila kita tidak memperlakukan sukses dengan benar, akan merugikan kita sendiri. Misalnya banyak orang berjuang habis – habisan untuk mencapai sukses dalam hidup tetapi setelah meraih kesuksesan banyak mengalami shock culture. Mereka merasa sukses yang diperolehnya selama ini merupakan kerja kerasnya, bukan dari sinergi antara kerja keras, peran pihak lain dan rahmat dari Tuhan. Akibatnya kesuksesan itu semu dan tidak akan berlangsung lama karena ia mulai mengabaikan pihak-pihak yang selama ini turut berperan terhadap kesuksesannya. Banyak cerita atau contoh kasus bagaimana seorang sukses yang hancur karena kesalahan dalam menyikapinya.

“Sukses telah menghancurkan banyak orang”

Benyamin Franklin

Salah satu kisah yang sangat melegenda dalam masyarakat Padang – Sumatera Barat adalah tentang si anak durhaka Malin Kundang. Kisah ini sebenarnya berawal dari kehidupan yang serba susah dari seorang ibu dan anaknya. Untuk merubah nasibnya, sang anak, Malin Kundang, diijinkan merantau dan ternyata ia berhasil menjadi orang sukses, saudagar kaya raya. Pada suatu hari dalam sebuah perjalanan ‘bisnis’, ia terpaksa merapatkan kapalnya ke pantai Air Manis – Padang karena badai besar. Di tempat itulah ibunya mengenali bahwa saudagar kaya itu ternyata Malin Kundang, anaknya yang sudah lama tidak pulang kampung. Namun dengan angkuh Malin Kundang tidak mengakui ibunya karena merasa malu memiliki ibu yang miskin, sehingga sang ibu terpaksa mengutuk Malin Kundang menjadi patung. Kesuksesan memiliki dua dampak, positif dan negatif. Dampak positif karena akan menimbulkan kekaguman dan manfaat pada orang lain, misalnya akan memberikan inspirasi dan motivasi orang sekeliling atau masyarakat luas untuk meniru kesuksesannya. Orang juga akan memberikan pujian, namun hakikat kesuksesan bukanlah banyaknya pujian.

Baca juga:

Workshop Jasa Pembuatan Saung Bambu di Depok

Salah satu hakikat kesuksesan adalah apabila kesuksesan itu mampu membukakan peluang atau jalan sukses bagi orang lain. Sukses tidak boleh dinikmati oleh pemiliknya saja, tetapi juga harus bermanfaat bagi sesama, terutama orang sekeliling, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang banyak.

“Standar terbaik untuk mengukur keberhasilan anda dalam kehidupan adalah dengan menghitung jumlah orang yang telah anda buat bahagia”

Robert J.Lumsden

Sementara dampak negatif, dapat menutup peluang pemiliknya untuk terus melakukan yang terbaik, karena ia hidup dengan serba kemapanan, dan kreativitas mulai ‘berhenti’. Bahkan ia mulai dikelilingi orang – orang dekat yang memanfaatkan kesuksesannya dan melahirkan orang – orang type “YES MAN” yang sangat berbahaya. Bagi orang lain, kesuksesan juga dapat menimbulkan iri dengki orang sekeliling yang tidak memiliki hati bersih.

“Sukses itu berbahaya. Orang mulai untuk meniru dirinya sendiri dan meniru diri sendiri itu lebih bahaya daripada meniru orang lain. Oleh karena itu akan mengarah terjadinya sterilitas”

Pablo Picasso, atis terkenal

Kita harus memaknai kesuksesan dengan benar, tidak mabuk kemenangan, melakukan tindakan berlebihan diluar kewajaran serta lupa mensyukurinya. Semua itu kita lakukan agar kita tidak tiba-tiba kehabisan energi saat harus menghadapi episode kehidupan lain. Kita tidak boleh lupa bahwa sukses bukan selamanya. Sukses datang silih berganti dengan kegagalan. Kesuksesan juga merupakan ujian kebaikan dari Allah, karena ujian tidak hanya berupa keburukan (kegagalan) saja. Pada bab sebelumnya, saya telah menyampaikan kisah sukses sahabat nabi, Tsa’labah yang berujung dengan kehancuran. Tsa’labah berhasil ketika diuji dengan kemelaratan karena tetap taat ibadah, namun ketika diuji dengan kekayaan, ia justru tidak dapat menyikapi dengan baik sehingga akhirnya bangkrut kembali.

Adapun kunci meraih sukses di masa depan dapat setidaknya ada empat pedoman yang telah saya sarikan dari berbagai sumber yaitu (1) Kerja keras dan cerdas (2) Selalu meningkatkan ilmu (3) Memiliki keyakinan tinggi untuk sukses (4) Mendekatkan diri (berdo’a) kepada Allah.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Baca juga :

Jasa Pembuatan Tiang Bendera Stainless Harga Murah

Jasa Pembuatan Saung Bambu dan Gazebo Beserta Harganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here