Bila Terpaksa Hutang, Perhatikan Saran Ini (Part 2)

0
102
  • Persetujuan Pasangan

Hutang menjadi taruhan di akhirat. Anda harus beritahukan pada pasangan (suami/istri), agar mereka juga ikut bertanggung jawab. Sebaiknya tidak hanya memberitahukan tetapi juga persetujuan dan kerelaan pasangan. Langkah ini memudahkan dalam mengatur keuangan. Bayangkan bila anda ngumpet dari pasangan. Bila suatu saat tidak mampu membayar hutang, bisa memicu keretakan hubungan keluarga. Sebaliknya bila hutang sudah dibicarakan, maka suka-dukanya hutang bisa ditanggung berdua. Apabila meninggal, mereka berusaha melunasi.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya.” (HR. Tirmidzi no. 1078 dan Ibnu Majah no. 2413, shahih).

  • Sebaiknya, Jangan Agunkan Tempat Tinggal

Beberapa lembaga pembiayaan dan bank syariah mensyaratkan adanya jaminan rumah tinggal. Sebaiknya anda tidak terpancing dengan syarat itu. Cari bank syariah yang tidak mensyaratkan jaminan rumah tinggal.  Idealnya pula, selain rumah, anda juga jangan meng-agun-kan tempat usaha. Bila ada masalah dengan kredit, masalah anda menjadi dua kali lebih besar dari masalah sesungguhnya. Anda harus fokus menyelesaikan kredit, sementara anda dalam bayang-bayang rumah akan disita bila tidak dapat menyelesaikannya.

Kalau tidak punya agunan selain rumah? Sebaiknya tidak ambil kredit itu. Cari pinjaman lain.

  • Jangan Pakai Kredit Jangka Pendek Untuk Keperluan Jangka Panjang

Misalnya, anda mendapatkan hutang modal kerja (jangka pendek) untuk membeli ruko (jangka panjang). Ini berbahaya. Kalau memang mau membeli ruko, ya ajukan hutang jangka panjang.

  • Jangan Berhutang pada Banyak Kreditur

Jangan mengajukan hutang dari banyak kreditur. Cukup satu kreditur (meski dengan jumlah besar). Kalau hutang dari banyak kreditur, bahayanya saat kredit bermasalah (macet), anda akan pusing ‘tujuh keliling’ dengan banyak pihak dan membuyarkan konsentrasi anda.

  • Catatan yang Baik

Sebagian besar hutang–piutang itu berjangka panjang. Mulai bulanan sampai puluhan tahun seperti kredit kepemilikan rumah (KPR) Syariah. Rentang waktu yang panjang perlu dokumentasi yang baik. Bila tidak, kredit bisa menjadi masalah. Meski pihak kreditur (pemberi hutang) memiliki catatan lengkap seperti bank, namun anda harus memiliki catatan tersendiri. Bila dikemudian hari terjadi perselisihan atau perbedaan catatan, anda memiliki bukti-bukti yang mendukung. Islam sudah mengatur mengenai hal ini, sebagaimana firman Allah :

”Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah (berjual beli, berhutang piutang atau sewa menyewa dan lainnya) tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. …..” Q.S Al – Baqarah : 282

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here