Cara Hidup Bebas Hutang

0
1726

Jauhkan dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit dan berinvestasilah dengan apa yg kau miliki” Warren Buffet.

Sudah lama saya tidak menulis hal yang berhubungan dengan motivasi. Pagi ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai rejeki tiada henti. Pernah saya tulis di artikel tentang pengalaman setelah meninggalkan karir di Jakarta pindah ke Yunani menjadi pengangguran. Hidup menganggur selama 4 tahun bergantung pada penghasilan suami. Terbiasa menghasilkan uang sendiri dari gaji dan pekerjaan sampingan lainnya, tentu terasa berbeda. Pada saat saya masih bekerja di Jakarta, walau sudah menerima gaji BUMN yang cukup. Ketika itu masih nyambi berjualan kartu pulsa telepon dan beras. Saya masih ingat banyak pesanan beras dari tetangga dan rekan sekerja. Beras Jepang pada saat itu menjadi idola pilihan para pelanggan.

Saat berstatus pegawai, mudah sekali mendapatkan kredit card dari berbagai Bank. Tentu saja zaman itu pola hidup saya menjadi boros. Pengeluaran tidak terkendali. Saya belum banyak belajar dan membaca buku-buku motivasi. Belum kenal dengan buku-buku Rhonda Byrne, belum baca quote dari Warren Buffet diatas.

Setelah hidup di negeri orang gaya hidup berubah total. Terlebih di Yunani tidak banyak tersedia sarana untuk shopping seperti di Jakarta. Pengeluaran harus hati-hati. Sebab tidak ada penghasilan. Setelah tahun 2007 saya mulai mengenal law of attraction, perlahan kehidupan berubah. Mulai rekening tabungan terisi. Angka 2 digit menjadi 3 digit seterusnya mencapai 6 digit sesuai mata uang euro. Kini saya tidak pernah khawatir masalah uang. Karena tidak memakai credit card dan tidak meminjam uang di Bank. Tagihan yang datang biasanya rekening telepon, listrik dan air saja.

Kebiasaan hidup sehari-hari juga mempengaruhi pengeluaran. Saya jarang jajan makanan di luar, kecuali saat ke akhir pekan mencoba makan yang berbeda dari masakan di rumah. Pengeluaran sehari-hari cukup terkendali. Karena saya tidak merokok, tidak senang nongkrong di café dan memilih banyak makan buah segar dan hasil laut.

Saat mendapat royalty buku, saya endapkan di tabungan. Hasil keuntungan pekerjaan travel business, digunakan membeli barang-barang antik. Karena sejak kecil saya suka memelihara benda yang kuno. Ada koleksi yang sudah bosan dan kurang terawat, saya jual lagi. Uangnya saya belikan beberapa item jenis lainnya. Sekarang koleksi benda kuno semakin banyak. Keuntungan yang diinvestasikan ke bisnis antik cukup menyenangkan. Karena semakin lama disimpan barangnya maka semakin bernilai bagi para kolektor.

Setiap kesabaran, keyakinan, kejujuran dan ketabahan pasti membuahkan hasil. Berdagang memang perlu bakat dan sudah saya jalani sejak saya masih duduk di bangku SMP. Saya berjualan kue bola ubi setiap selesai sekolah. Saya merebus uni, mengadoninya dan sore harinya berkeliling jualan kue bola ubi. Keuntungannya saya belikan buku-buku karya Enid Blyton. Zaman dulu toko buku tidak mengizinkan buku baru dibuka dan dibaca. Semua buku disegel. Setiap keluar edisi dan seri terbaru langsung saya ke Gramedia dan membeli bukunya. Buku-buku itu cukup digemari anak-anak seusia saya saat itu. Hingga akhirnya timbul ide untuk menyewakan buku-buku yang sudah saya baca. Karena bukunya baru dan anak tetangga banyak yang berminat ingin membaca. Satu buku disewa secara bergiliran, hingga banyak judul-judul buku yang disewa oleh banyak anak. Akhirnya uang hasil sewa saya bisa belikan buku lagi dan berhenti berjualan kue bola ubi. Berkat buku yang dibaca sejak kecil, saya bisa menulis bebarapa buku non fiksi, yaitu:

1.Perkawinan Antarbangsa Love and Shock (Restu Agung 2007, Erlangga, 2008),

2. Hidangan Favorit Ala Mediterania (Hikmah, 2008),

3. Bahaya Alkohol dan Cara Mencegah Kecanduannya yang ditulis bersama Prof. Zullies Ikawati (Elex Media Computindo, 2009),

4. Cegah dan Deteksi Kanker Serviks bersama Prof. DR HK Suheimi, Prof. DR. Andrijono (Elex Media Computindo, 2010)

5. Cara Mencegah Selingkuh dan Cerai (Elex Media Computindo, 2011)

Bukan hanya saat duduk di bangku SMP saya berjualan. Saat duduk di bangku kuliah, saya pernah berjualan batik. Dari Yogya saya membawa batik dijual di Jakarta. Hanya saja karena sistem penjualan tidak bayar lunas, atau dicicil saya pernah mengalami kerugian. Berbekal pengalaman tersebut, hingga kini saya tidak pernah menawarkan produk dengan system cicilan. Ada uang, ada barang, bayar kontan. Ada uang ada jasa, kontan.

Memang uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Tetapi ada uang tersedia, kita tidak perlu khawatir. Terasa ada kedamaian dan bersyukur hidup telah banyak diberikan kemudahan. Bersyukur diberi kesehatan badan dan akal pikiran jernih, hingga kuat menghadapi segala badai cobaan hidup.

Megara, 22-2-2012

http://www.kompasiana.com/tatigreece/cara-bebas-dari-hutang_551fcd74a333112a40b65df0

sumber : https://www.google.co.id/search?q=life+style&espv=2&biw=1024&bih=638&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAYQ_AUoAWoVChMIrdPRvMy7yAIVwx2UCh2FOQAR#imgrc=yZ0mFSjT0CAWeM%3A

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here