Hidup Tanpa Hutang, Mungkinkah? (Part 1)

0
345

Dalam kehidupan modern dengan gaya konsumerisme, sulit menemukan orang bebas dari hutang. Selain tuntutan kebutuhan yang meningkat, juga godaan berbagai iklan produk yang setiap tahun bertambah jumlahnya. Tidak hanya itu, jika dulu orang malu berhutang, kini hutang justru menjadi produk yang menguntungkan dan pasarnya luas sekali. Kita dapat saksikan betapa banyak bank dan lembaga perkreditan gencar menawarkan hutang kepada masyarakat. Bila melalui hutang belum berhasil menggaet debitur (konsumen), mereka berusaha menawarkan barang dengan berbagai kemudahan pembayarannya. Bahkan untuk paket liburan wisata dan haji & umrah, orang ditawari bayar secara kredit!.

Menghadapi kondisi yang demikian ini, anda harus mampu menahan dan membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya keinginan.  Anda harus pula mengetahui managemen hutang yang baik. Hutang memang tidak dilarang, apalagi diharamkan. Akan tetapi mengurangi bahkan secepatnya melunasi hutang adalah jalan yang terbaik, solusi yang dianjurkan agama.

 

Hutang sudah menjadi bagian hidup dari mayoritas manusia modern. Hidup adalah hutang. Barangkali itu yang ada dipikiran orang-orang yang mengaku modern di abad ini.

 

“Kalau tidak hutang tidak mungkin hidup layak, bisa punya mobil, rumah dan gaya hidup. Gaji saya kan tidak cukup untuk membeli tunai?”

“Bagaimana mungkin bisa membeli rumah dengan penghasilan pas-pasan?”

“Tidak mungkin, mustahil orang hidup tanpa hutang. Itu (hidup tanpa hutang) hanya terjadi pada zaman bahaula (jaman dahulu kala).”

“Saya kepepet hutang karena harus membiayai anak istri yang kebutuhannya banyak”

“Modal dari mana, kalau memulai bisnis tidak punya modal sendiri?

“Bagaimana usaha tanpa hutang? Semakin besar bisnis kan semakin banyak hutang?”

“Tidak ada hutang, hidup tidak bergairah, tidak semangat”

 

Itu sebagian alasan atau pikiran orang-orang yang sempat terekam. Semua itu untuk menjustifikasi, mencari pembenaran bahwa hidup adalah hutang! Benarkan demikian? Ternyata banyak lho orang bisa hidup tanpa hutang dan hidup sejahtera. Hidup tenang dan menyenangkan. Kebutuhannya cukup dan tercukupi. Banyak pula pengusaha ataupun perusahaan yang besar tanpa hutang. Kalau kita menengok sejarah di zaman Nabi SAW, banyak sahabat kaya tanpa hutang. Diantaranya adalah Abdurrahman bin Auf, Usman dan lainnya.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here