Ide = Uang Part 1 (Kecerdasan Finansial)

0
69

Saya pernah mengikuti sebuah seminar tentang kecerdasan finansial yang diselenggarakan oleh sebuah event organizer (EO) di Jakarta. Pada awal pembukaan seminar itu, setiap peserta diberikan masing – masing 10 lembar kertas dengan tulisan angka 5, 10, 100, 200, 500, dan 1000. Setiap peserta diberikan waktu satu menit untuk menukarkan pecahan ‘rupiah’ itu ke peserta lainnya. Peserta dinyatakan menang bila mampu menghasilkan nilai paling besar dan paling cepat, minimal Rp. 1 milyar. Nilai itu dihitung dari perkalian pecahan ‘rupiah’ yang telah ditukarkan.

Peserta memiliki cara yang berbeda untuk mendapatkan nilai paling besar. Kebanyakan peserta mengira bahwa dengan mencari pecahan besar mereka akan cepat mendapatkan nilai Rp.1 milyar. Pikiran itu tentu saja tidak salah. Tetapi yang terjadi tidak demikian. Karena sebagian besar peserta berpikiran hampir sama, mereka berebut menukarkan pecahan ‘rupiah’ kecil untuk mendapatkan pecahan ‘rupiah’ besar. Terjadilah ‘negosiasi’ alot diantara mereka hingga waktunya habis. Berbeda dengan kebanyakan peserta lain, ada peserta yang lebih cerdik dan kreatif karena menggunakan strategi memilih rupiah paling kecil untuk ditukarkan dengan pecahan ‘rupiah’ besar yang dimiliki, sehingga tidak memerlukan negosiasi yang alot. Peserta yang berpikir strategis ini justru dapat menyelesaikan permainan secara cepat dan mendapatkan nilai paling besar.

Dalam permainan tersebut bila digambarkan peluangnya untuk mendapatkan Rp.1 milyar adalah sebagai berikut :

1 milyar = 200 x 500 x 1000 x 10

1 milyar = 1000 x 1000 x 1000

1 milyar = 1000 x 1000 x 100 x 10

1 milyar = 1000 x 1000 x 10 x 10 x 10

1 milyar = 1000 x 100 x 10 x 10 x 10 x 10

1 milyar = 1000 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10

1 milyar = 100 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10

1 milyar = 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 dan seterusnya…….

Permainan itu menunjukkan bahwa kebanyakan orang lebih memilih mendapatkan sesuatu dengan cepat meski tidak memiliki kreatifitas dan sumber daya memadai. Orang juga sering beranggapan bahwa mendapatkan uang dalam jumlah besar harus dimulai dengan jumlah yang besar pula. Nyatanya tidak demikian!. Uang besar atau kecil sebenarnya sangat tergantung dari ide dan kreatifitas. Dengan uang apa adanya, kita pun bisa mendapatkan milyaran rupiah.

Bila kita memiliki ide-ide kreatif, maka uang akan berpihak kepada kita. Banyak contoh ide dan kreativitas yang mendatangkan uang. Sayangnya, kebanyakan orang yang tidak memiliki uang kemudian putus asa dan merasa tidak akan mendapatkan banyak uang di kemudian hari. Padahal untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar tidak harus dimulai dengan uang besar. Kita bisa memulainya dengan hal kecil dan bertahap. Sebagai contoh Anda menginginkan uang Rp.1 milyar. Lalu muncul pertanyaan, “Apakah mungkin dengan kondisi yang ada saat ini?” Sangat mungkin sekali hal itu terjadi. Kuncinya adalah konsistensi. Bila Anda konsisten dengan target tersebut, Anda akan fokus meraihnya. Otak akan berpikir kreatif dan selalu mencari cara-cara efektif. Kreativitas atau cara itu akan lahir sesuai dengan kondisi kita. Bagi seorang pedagang bakso tentu berbeda dengan pengusaha busana, pengusaha kontraktor atau pegawai. Pedagang bakso akan fokus menjual bakso sebanyak – banyaknya. Sementara pegawai dengan cara meningkatkan karirnya hingga menjadi direktur.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here