Kaya adalah Pilihan Part 1

0
74
Jadi Muslim Kaya Raya, Dermawan, Ahli Shodaqoh, Mushlih, Sehat, Sabar, Masuk Syurga Insya Allah. atau. Jadi Muslim Miskin, Serba sulit, Banyak Hutang, Sholih, Sakit2-an, Sabar, Masuk Syurga Insya Allah.

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasan – perhiasannya, (niscaya) Kami penuhi kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka di dunia dan mereka di dunia tidak dirugikan.

  1. Huud, (11) : 15

Sangat jelas sekali firman tersebut bahwa Allah akan menjamin rejeki ummat-Nya asalkan mau berusaha. Allah memberikan pilihan apakah kita menghendaki kehidupan dunia (kaya) ataukah tidak, semua terserah kita.

Jadi, hidup adalah pilihan. Siapa pun yang hidup di dunia ini harus memilih dan siap menerima segala konsekuensinya. Memang ada hal – hal tertentu dimana kita tidak bisa memilih seperti bentuk phisik, asal – usul keturunan (etnis) serta lainnya. Dalam bahasa Islam ada dua jenis takdir yang diberikan kepada manusia yaitu takdir yang sudah terjadi dan sudah menjadi ketetapan Allah atau disebut Qadar dan takdir yang belum terjadi dan masih bisa berubah atau disebut Qadha. Artinya, manusia yang lebih banyak menentukan (memilih) apakah ia akan menjadi orang sukses, gagal, miskin, kaya, baik atau buruk. Masalahnya justru disini, karena pilihan manusia itu yang tidak pasti (bisa salah – bisa benar), sementara takdirnya sudah pasti.

Bila seseorang memilih bodoh, mereka memilih tidak belajar. Memilih miskin, dengan cara malas bekerja dan berusaha. Memilih gagal dalam hidup, jalannya bermalas

  • malasan dan sebagainya. Itulah sebabnya hidup kita sekarang ini sebenarnya merupakan hasil dari serangkaian pilihan-pilihan yang telah kita lakukan di masa lalu. Allah dengan jelas mengatakan bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya. Ini suatu indikasi yang sangat – sangat jelas yang diberikan Allah kepada umat – Nya.
  • Kita hanya bisa memilih, melakukan usaha serta mengikuti proses sunnatullah. Kita tidak tahu berapa jumlah proses dan jumlah usaha yang harus kita lakukan. Ketika kita tidak melakukan sama sekali usaha, maka kita langsung mendapatkan Qadar (hasil akhir). Demikian juga ketika kita hanya melakukan usaha dan proses 2 kali padahal seharusnya 4 kali, maka pada saat itu kita juga langsung mendapatkan Qadar. Seandainya kita melakukannya 4 kali usaha, mungkin hasilnya akan berbeda.

    “Kamu pasti menjalani (keadaan) tingkat demi tingkat”

    1. Al – Insyiqaaq (84) : 19

    Meski Allah secara jelas dan tegas telah memberikan keleluasaan kepada manusia untuk menentukan arah kehidupannya, namun anehnya masih banyak orang yang tidak memahami hal ini. Akibatnya masih banyak orang tidak memilih kaya karena beranggapan kaya atau miskin merupakan takdir dan harus diterima begitu saja. Persepsi ini berakibat ‘fatal’ karena (biasanya) orang tersebut tidak melakukan usaha – usaha yang signifikan. Mereka bersikap pasif, menerima begitu saja ‘takdir’ tanpa berusaha. Dalam bahasa Prof. Amartya Sen, penerima Nobel 1998 bidang ekonomi, “Orang menjadi miskin karena mereka tidak bisa melakukan sesuatu, bukan karena mereka tidak memiliki sesuatu”.

    Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here