Kaya adalah Pilihan Part 4

0
96

Bila ada orang yang mengatakan tidak ingin meraih kekayaan namun mereka menghabiskan waktu, pikiran dan tenaganya untuk mencari uang – demi ‘sesuap nasi’ – sebenarnya mereka itu orang ‘bodoh’. Mereka adalah orang – orang yang menjalani kehidupan dengan tidak ‘cerdas’. Mereka hanya BEKERJA, BEKERJA dan BEKERJA berdasarkan rutinitas dan lebih mengandalkan kenyamanan sesaat (status quo). Sebab bila berpikir secara cerdas, seharusnya mereka akan selalu berusaha meningkatkan kualitas hidupnya dengan cara – cara baru. Mereka akan berusaha memotong rantai kemiskinan yang melilit dirinya. Bila hal itu dilakukan dan berhasil, maka seseorang tidak lagi diperbudak oleh kebutuhan – kebutuhan sesaat – seperti urusan perut dan sejenisnya. Tidak lagi harus mengorbankan seluruh waktu dalam hidup ini hanya untuk mencari uang, kemudian habis begitu saja. Karena hidup ini hanya sekali dan waktu terbatas, alangkah indahnya bila waktu ini diberdayakan lebih baik lagi untuk bisa berkecukupan tapi tetap dekat Sang Khaliq, sang Pencipta Alam Semesta ini.

Oleh karena itu, mengapa kita tidak memposisikan diri agar bisa bebas secara finansial dan bebas menggunakan waktu? Kenapa tidak berusaha sedemikian rupa sehingga kita mempunyai lebih banyak waktu – untuk kegiatan lain yang lebih bervariasi dan bermanfaat – sementara tingkat kehidupan tetap berjalan normal? Inilah yang biasanya dilakukan oleh orang cerdas. Umat Islam harus cerdas dan janganlah kecerdasan itu hanya dimiliki oleh umat lain yang saat ini secara ekonomi kesejahteraannya lebih baik.

Memilih hidup kaya agar bebas secara finansial bukan berarti mengorbankan segalanya. Justru dengan memilih hidup kaya, kita akan bekerja secara efektif, efisien dan lebih cerdas lagi. Kegagalan dalam hidup atau kegagalan dalam mendapatkan uang, akan selalu dievaluasi untuk mendapatkan cara – cara yang lebih baik. Untuk itu kita harus menjadi manusia yang senantiasa mau belajar secara terus menerus dalam hidup. Tidak cepat puas dan tidak cepat menyerah. Semuanya adalah sebuah proses kehidupan yang senantiasa berubah dan harus disikapi dengan sikap yang berbeda pula. Sikap yang berbeda inilah mengharuskan ilmu yang selalu baru agar tidak ketinggalan dengan perubahan kehidupan ini.

Berkenaan dengan hal tersebut, umat Islam jangan ragu lagi memilih hidup kaya, hidup berkelimpahan!. Karena inilah salah satu cara umat Islam menjadi besar dan tidak mudah dipermainkan oleh orang – orang yang ingin menghancurkan Islam melalui penguasaan ekonomi. Dengan cara ini pula kita bisa membantu saudara – saudara yang tidak mampu. Kita juga bisa membangun dan menggerakkan perjuangan Islam melalui kemandirian ekonomi umat. Sebab bagaimana mungkin kita berjuang demi Islam bilamana masih disibukkan dengan urusan perut? Justru saya khawatir apa yang kita lakukan ‘demi’ Islam itu tidak lagi murni untuk Islam. Sebab bisa jadi kita mencari makan dengan ‘menjual’ atau mengatasnamakan demi Islam! Astaghfirullah, nauudzu min dzalik!

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here