Kaya Berawal Dari Pikiran Part 1

0
143

Berlawanan dengan mental kaya adalah mental miskin. Seseorang yang bermental miskin selalu mengeluh, menyalahkan keadaan dan merasa kalah sebelum bertanding. Biasanya mereka mangatakan :

”Saya tidak akan pernah kaya!”.

“Saya tidak bisa sukses, karena pendidikan saya rendah”.

Tetapi bila sudah sarjana mereka akan mengatakan :

“Bagaimana saya dapat bersaing dengan alumni universitas ternama seperti UI, IPB, UGM bahkan alumni luar negeri?. Saya sendiri hanya sarjana dari universitas tidak terkenal”

“Saya tidak punya modal”

“Penghasilan saya selalu tidak cukup, karena kebutuhan selalu meningkat”, dan lain sebagainya.

Mental miskin menyebabkan seseorang tidak mau berbuat banyak. Mengeluh, mengeluh dan mengeluh saja!. Orang bermental miskin merasa cepat lelah dan putus asa menghadapi kehidupan ini. Hal ini disebabkan karena apa pun yang tidak sesuai dengan keinginan, membuat dirinya kecewa. Dalam keyakinannya, apa yang akan dilakukan tidak akan memberikan hasil sesuai keinginan. “Kerja keras hanya sia-sia!”, begitu kira -kira yang selalu ada dalam pikirannya. Sikap pesimis mendominasi pikiran. Mereka berpikir bahwa sukses atau kaya adalah sebuah keberuntungan. Mereka lupa bahwa kekayaan dan kesuksesan dapat diraih oleh siapapun dari latar belakang apa apa pun.

Tidak benar jika cara untuk meraih ‘pohon uang’ itu sangat rahasia dan tidak dapat dipelajari semua orang. Tidak benar jika ‘pohon uang’ itu hanya untuk orang – orang pilihan. Sama halnya dengan kebahagiaan, uang juga timbul dari dalam diri sendiri. Uang hanyalah perwujudan lahiriah dari fokus batiniah dan pemikiran – pemikiran yang diarahkan kepada target spesifik, sehingga kaya itu sebenarnya bermula dari pikiran. Oleh karena itu kita harus mulai kaya dalam pikiran sebelum benar – benar kaya dalam materi. Sikap dan keyakinan ini harus ditanamkan sejak dini. Bila keyakinan ini sudah tertanam, seluruh langkah akan diarahkan menuju pencapaian dari keyakinan tersebut.

Keyakinan itu adanya dalam hati, seperti bahasa komputer (soft ware). Dalam bahasa komputer polanya selalu :

IF (JIKA) …. THAT (MAKA) …… Bila begini…… maka …..

Keyakinan juga demikian, mengikuti pola (rumus) yang kita buat sendiri. Bila polanya salah, hasilnya juga salah. Bila kita yakin gagal….. maka kita malas berbuat dan kita

akan benar-benar gagal!. Bila kita yakin akan miskin, maka kita akan malas berpikir dan bekerja dan kita akan benar – benar miskin. Keyakinan bawah sadar kita mengatakan bahwa bekerja sekuat dan secerdas apapun toh hasilnya tetap miskin. Kita merasa semua adalah takdir dan kita akan berhenti bekerja!. Kita juga tidak berpikir panjang terhadap uang kita. Punya uang berapapun, habis untuk urusan perut dan kesenangan semu lainnya. Maka yang terjadi, akan miskin beneran! Begitu seterusnya. Pola itu berlanjut terus pada orang-orang bermental miskin. Kehidupan ini bermula dari pikiran dan keyakinan kita sendiri. Melalui pikiran, impian seseorang akan benar – benar menjadi kenyataan, sebagaimana hadits qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim :

“Aku (Allah) sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku dan Aku (Allah) bersamanya apabila ia memohon kepada-Ku”.

Hadits ini bisa diterjemahkan, “kita adalah apa yang kita pikirkan”.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here