Kaya Tanpa Bekerja Part 2 ( Pekerjaan)

0
147

Selamat Pagi Sobat, apakah anda ingin kaya tanpa bekerja ? jika ya, yuk silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

“Bagi saya pendidikan bertujuan mengajar seseorang bagaimana cara menghasilkan yang terbaik dari dalam dirinya dan mengembangkan dirinya ke tahap yang terbaik sesuai bakatnya”. Tetapi ‘tujuan’ hari ini tampak seperti untuk mendapatkan pekerjaan, mencari pekerjaan- PEKERJAAN! PEKERJAAN!, PEKERJAAN!” Apa jenis pekerjaannya tidak masalah. Apakah seseorang menyukai pekerjaan atau tidak pun tidak penting, asal ia bekerja. Ini sering membawa kepada aspek yang satu lagi, yaitu apabila seseorang mendapatkan suatu pekerjaan, ia takut kehilangan. Begitulah keadaannya, sehingga saya mengenali banyak kawan dan orang lain yang begitu mencintai pekerjaan mereka – kecewa bagaikan pasak empat persegi di dalam lubang bulat”.

Billi PS Lim, penulis buku Dare to Fail

 Akibat sistem pendidikan yang ‘tidak mendidik’ maka tidak sedikit, bahkan mayoritas lulusan perguruan tinggi selalu berusaha mencari pekerjaan yang dianggap ‘mapan’ dan memberikan jaminan ‘keamanan’ di masa depan. Jarang yang bercita-cita untuk memulai usaha baru atau meneruskan usaha keluarga. Bahkan banyak orang tua yang tidak memiliki ahli waris karena anaknya tidak mau mengikuti jejaknya sebagai pengusaha walaupun usahanya sudah maju. Masyarakat juga masih memiliki persepsi salah dan merasa ‘sia-sia’ apabila tidak dapat bekerja di diperusahaan dengan mengandalkan ijazah sekolah tingginya, karena sejak awal siswa dan orang tua hanya berniat untuk menjadi pegawai.

Realitas berbicara lain. Puluhan juta lulusan sekolah terpaksa menganggur karena sulitnya mencari pekerjaan, akibat lapangan pekerjaan minim jumlahnya. Pada tahun 2003  saja jumlah pengangguran mencapai lebih dari sepuluh juta orang dan tahun 2004 diprediksi sebelas juta orang. Kesulitan ini semakin dirasakan oleh pencari kerja karena masih banyak perusahaan yang mensyaratkan pengalaman kerja dalam merekrut pegawai. Oleh karena itu, untuk yang baru lulus sekolah, bagaimana mereka dapat bersaing dengan fair untuk mendapatkan pekerjaan karena memang mereka belum pernah bekerja?

Peristiwa yang terjadi pada Pameran Karier Expo di Jl.Gatot Subroto pada tahun 2003, yang mengakibatkan kericuhan dan Indo Karir Expo pada Januari 2004 di gedung indoor Senayan – Jakarta yang dihadiri lebih dari sepuluh ribu orang, seharusnya membuka mata dan telinga semua pihak untuk instropeksi mengenai tujuan pendidikan yang hanya berorientasi pekerjaan. Bahkan sejak jauh-jauh hari, tahun 1980-an, Iwan Fals penyanyi legendaris terkenal, telah mengkritik sistem pendidikan dengan output-nya melalui sebuah lagu yang berjudul Sarjana Muda. Inilah petikan liriknya, semoga dapat membuka  kembali  pikiran kita untuk instropeksi diri.

Berjalan seorang pria muda dengan Jaket lusuh dipundaknya

Disela bibir tampak mengering terselip sbatang rumput liar

Jelas menatap awan berarak Wajah murung smakin terlihat

Dengan langkah gontai tak terarah kringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda, resah mencari kerja Mengandalkan ijazahmu, empat tahun lamanya Bergelut dengan buku tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terlihat didepan halaman sebuah jawatan Tercenung lesu engkau melangkah dari pintu

kantor yang diharapkan Terngiang kata tiada lowongan untuk

kerja yang didambakan

Tak perduli berusaha lagi namun kata sama kau dapatkan Jelas menatap awan bergerak

Wajah murung  s’makin terlihat

Engkau sarjana muda resah tak dapat kerja, Tak berguna ijazahmu

Empat tahun lamanya bergelut dengan buku sia-sia semuanya

setengah putus asa ia berkata “maafkan aku ibu …”

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here