Kebutuhan Hidup Versus Gaya Hidup (Part 2)

0
43

Ada lagi rumus dalam fisika yang bisa jadi bahan renungan:

Rumus Tekanan adalah gaya dibagi luas bidang tekan.

Tekanan = Gaya/Luas Bidang

Jadi Tekanan memang sebanding dengan gaya. Jika gayanya gede, tekanannya juga gede. Dalam bahasa simpelnya, kalau hidup anda banyak gaya, maka anda akan mengalami tekanan pikiran yang gede pula (bisa stres), terutama kalau keuangan anda tidak mencukupi, hahaha….

Kebutuhan hidup dan gaya hidup pasti berbeda. Kebutuhan hidup untuk memenuhi kehidupan (secukupnya), kalau gaya hidup biasanya melebihi kebutuhan dasar manusia (kebutuhan sekunder, tersier, dll) bahkan bisa melebihi kemampuannya. Setiap orang memiliki kebutuhan hidup dan gaya hidup yang berbeda. Besaran kebutuhan hidup dan gaya hidup setiap orang berbeda.

Mari perhatikan tabel berikut. Tabel dibawah ini hanya contoh, dan bersifat relatif sekali, tergantung kemampuan keuangan masing-masing orang. Bisa saja gaya hidup bagi seseorang, bagi orang lain masih merupakan kebutuhan hidup (karena mampu secara keuangan).

Kebutuhan

Hidup

Gaya Hidup

 

 

Sandang

· Pakaian sepantasnya, tidak harus bermerek

· Tidak harus tiap bulan beli pakaian

· Memilih jenis pakaian yang mudah dicuci sehingga tidak harus laundry

 

· Bermerek, mengikuti gaya mode terkini

· Terpengaruh diskon saat membeli pakaian

· Tiap ada acara, beli pakaian

· Laundry jadi kebutuhan

 

 

Pangan

· Makan di rumah, masak sendiri

· Saat kerja, makan di kantin kantor atau mbontot (bawa makanan dari rumah)

· Makan delivery order resto

· Minimal 10 kali makan di resto

· Makanan selalu berlebih saat di resto ataupun di rumah. Banyak sisa makanan

 

 

 

Papan

· Rumah KPR, furnitur secukupnya

· Perbaikan rumah saja kalau ada yang rusak.

· Lebih mengutamakan investasi rumah baru daripada renovasi besar-besaran

· Bangunan/ruangan sesuai kebutuhan saja

· Rumah KPR, tapi furnitur mewah atau gonta-ganti furniture

· Renovasi berlebihan, meski harus hutang

· Membuat ruangan tidak terlalu dibutuhkan

· Berlebihan dalam hobi pelihara ikan, taman dan lainnya

 

 

Hiburan & Rekreasi

· Liburan seperlunya, misal 1 tahun sekali dari tabungan

· Rekreasi murah meriah

· Nonton film di rumah (TV, Video)

· Mengisi waktu luang dengan kegiatan bermanfaat untuk karir atau peningkatan penghasilan

·   Liburan berkali-kali dalam setahun, bahkan tiap minggu shopping, wisata kuliner dll

· Rekreasi dengan menggunakan paket kartu kredit

· Gemar nonton film di bioskop

· Suka dugem

· Tour luar negeri berkali kali

 

 

 

 

Transportasi & Komunikasi

· Mobil beli tunai dan memilih mobil yang harga second nya bagus. Mengutamakan mobil bekas saat beli

· Beli mobil saat benar-benar sesuai kebutuhan kerja dan keluarga

· Lebih banyak menggunakan angkot/kereta

· HP/gadget  hanya sesuai kebutuhan, tidak harus keluaran terbaru.

· Tidak terpengaruh fitur-fitur mutakhir gadget  (Beli HP/gadget saat benar-benar rusak)

·  Mobil baru leasing, cenderung memilih mobil mewah

· Kala suami istri kerja, pakai beli 2 mobil bahkan 3 mobil (mobil  suami, istri dan antar anak sekolah)

·Malu/gengsi naik angkot/kereta

·HP dan gadget lebih dari satu, fitur canggih melebihi kebutuhan

· Gonta-ganti HP/gadget setiap ada keluaran terbaru

 

 

Sosial

· Senang berbagi/bersedekah dari pada untuk kegiatan yang mubazir

· Kalau ikut arisan, tujuan murni menabung dan silaturrahim. Bukan sosialita

 

· Ikut sosialita menghamburkan uang. Misalnya arisan mahal karena biaya makan dan entertainnya

·  Sulit menolak ajakan teman atau kolega untuk kegiatan-kegiatan yang menguras kantong tanpa hasil optimal

 

Banyak orang membeli barang dan jasa tidak sesuai kebutuhannya. Misalnya, berlangganan televisi kabel dan internet di rumah, lalu memakai 2 smartphones masing-masing memiliki paket data internet unlimited dan pulsa pra-bayar. Belum lagi, tablet dengan sim card khusus untuk pergi ke luar kota. Setelah beberapa bulan, kemudian dia merasa ada yang salah.

Mari berpikir bijak, apakah anda pantas menikmati gaya hidup seperti itu? Coba jujur, deh! Kalau  memang pantas (alias mampu) harusnya anda tidak khawatir. Tapi karena anda  merasa ini ada yang salah, berarti memang belum pantas menikmati hidup bergelimang gadget!

Biarkan angka yang bicara. Ayo, susun daftar pengeluaran anda setiap bulan dan lihat seperti apa efek dari gaya hidup seperti ini. Kalau bisa menabung, makan cukup dan bersenang-senang, ya, nggak masalah. Tapi kalau banyak gadget tapi tekor terus, mari hadapi kenyataan. Hilangkan gengsi. Mana gadget yang mau dijual, mana pengeluaran yang harus dikurangi. Asal anda tahu, gengsi berarti pengeluaran. Semakin besar gengsi anda, semakin besar pengeluaran yang tidak berguna.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here