Kemandulan Finansial Part 1 (Mengandalkan Suatu Hari Nanti)

0
58
Frustrated business man looking at the falling graph of a stock market struck in financial crisis

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Banyak orang berjuang habis – habisan mengerahkan segala daya upaya untuk mendapatkan uang. Mereka fokus bagaimana mencari uang sebanyak – banyaknya, tetapi setelah uang diperoleh, mereka menggunakan ‘semau gue’, habis begitu saja tidak tahu bagaimana cara mengelola uang yang benar. Tetapi ada juga orang yang kurang peduli dengan jumlah penghasilan yang diterima – meski jumlahnya relatif kecil – tetapi mereka lebih fokus mengelola uang sebaik – baiknya agar tidak defisit, bahkan berusaha agar bisa menabung. Kedua golongan tersebut berada dalam kondisi ekstrim ‘kanan’ dan ekstrim ‘kiri’. Kondisi idealnya adalah tidak hanya memfokuskan pada sisi penerimaan saja, tetapi juga sisi pengeluaran. Berkenaan dengan hal itu, kita akan membahas beberapa kesalahan yang sering dilakukan orang dalam mengelola uangnya, sehingga membuat uang mandul – tidak beranak, bahkan ‘mati’ alias bangkrut, habis begitu saja bagai ditelan ombak.

Kesalahan pertama, mengandalkan suatu hari nanti

Masih ingat cerita Nabi Nuh dan umatnya? Nabi Nuh berulang kali mengajak umat dan anaknya untuk bersiap – siap menghadapi masa depan yang tidak menentu karena akan ada banjir besar. Namun umat bahkan anaknya sendiri tidak mempercayai. Karena apa yang dikatakan dan dilakukan Nabi Nuh saat itu memang terasa aneh, membangun kapal ketika hari tidak hujan. Demikian juga, kesalahan pertama kebanyakan orang dalam mengelola keuangan adalah mengandalkan suatu hari nanti. Mereka berpikir ‘biarlah bagaimana nanti saja” dan tidak mempersiapkan keuangan masa depan. Akibatnya mereka selalu berorientasi jangka pendek dalam setiap gerak langkahnya. Misalnya ketika mendapatkan uang sebesar Rp.50 juta, dia tidak berpikir bagaimana menggunakan uang itu sebaik – baiknya tetapi lebih fokus menghabiskan untuk kesenangan.

Kerugian – kerugian yang akan timbul akibat sikap “Mengandalkan Suatu Hari Nanti” adalah :

Kerugian materi. Bila dihitung secara materi, semakin terlambat mempersiapkan tujuan keuangan, semakin besar kerugian yang akan diterima. Sebagai contoh, ada dua orang, sebut saja namanya Pak Lelet dan Pak Giat. Pak Lelet selalu menunda – nunda menabung, karena berpikir ‘ntar aja’ . Pak Giat rajin menabung di bank setiap tahun sebesar Rp.15.000.000,- selama 5 tahun berturut – turut atau sebesar Rp.75.000.000,-. Bagi hasil investasi saat itu rata – rata 13 persen per tahun. Dengan cara itu, pada tahun ke – 20 uang Pak Giat sudah menjadi Rp. 686.972.729,- sedangkan Pak Lelet baru memulai pada tahun ke-6 sejak Pak Giat menabung. Hasilnya sangat jauh berbeda. Uang Pak Lelet hanya menjadi Rp. 685.076.022,- padahal uang yang ditabungkan selama 15 tahun sebesar Rp.225.000.000,- Perhitungannya menggunakan rumus FV = Po ( 1 + r )t atau

KALKULATOR SATU.

No Pak Giat Pak Lelet
Awal Tahun Akhir Tahun Awal Tahun Akhir Tahun
1 15,000,000 16,950,000
2 15,000,000 36,103,500
3 15,000,000 57,746,955
4 15,000,000 82,204,059

 

5 15,000,000 109,840,587
6 124,119,863 15,000,000 16,950,000
7 140,255,445 15,000,000 36,103,500
8 158,488,653 15,000,000 57,746,955
9 179,092,178 15,000,000 82,204,059
10 202,374,161 15,000,000 109,840,587
11 228,682,802 15,000,000 141,069,863
12 258,411,567 15,000,000 176,358,945
13 292,005,070 15,000,000 216,235,608
14 329,965,729 15,000,000 261,296,237
15 372,861,274 15,000,000 312,214,748
16 421,333,240 15,000,000 369,752,665
17 476,106,561 15,000,000 434,770,512
18 538,000,414 15,000,000 508,240,678
19 607,940,468 15,000,000 591,261,967
20 686,972,729 15,000,000 685,076,022
75,000,000 225,000,000

 

Jadi, semakin lama menunda-nunda untuk menabung, semakin besar kerugian materi yang harus ditanggung. Rencana masa depan kemungkinan besar akan kacau, sementara waktu tidak dapat diputar ulang. Kita akan menyesal!. Waktu adalah modal penting dalam hidup ini. Bila kita tidak dapat memanfaatkan dengan baik, berarti kita mengabaikan modal yang sangat berharga dalam hidup ini. Allah memberikan modal yang sama kepada kita berupa waktu 24 jam sehari. Orang sukses atau kaya bukan berarti memiliki waktu 100 jam sehari, tetapi mereka lebih pandai memanfaatkan waktu.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here