Keunikan, Rahasia Daya Tarik Uang

0
830

Barangkali anda sering menilai dunia ini tidak adil. Penilaian itu mungkin anda dasarkan pada kenyataan bahwa yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin. Yang punya penghasilan besar makin gampang cari uang, tapi yang tidak punya penghasilan justru semakin sulit memperoleh penghasilan. Demikian juga anda seolah menyaksikan bahwa ada orang yang bisa mendapatkan uang lebih banyak daripada orang lain, padahal mereka tampaknya tidak bekerja lebih keras.Pernahkah kita memperhatikan bagaimana uang melekat seperti magnet pada orang-orang tertentu? Saya memperhatikan bagaimana uang ‘melekat’ pada orang seperti ini. Kemanapun ia pergi, apa pun yang ia kerjakan, dan semua yang ia miliki selalu bergelimang dalam uang. Setiap urusan bisnis yang ia kerjakan selalu menjadi emas dan orang-orang selalu menawarkan kesempatan-kesempatan luar biasa padanya. Kenapa ini bisa terjadi? Mungkin anda akan menjawab, “Orang itu hoki”, atau “orang itu beruntung” dan jawaban sejenis.

Untuk menjawab pertanyaan diatas, marilah kita perhatikan diri kita masing-masing. Masing-masing diri kita adalah unik, tidak ada satu orang pun yang sama persis dengan orang lain di muka bumi ini. Tuhan menciptakan kita hampir sama, tetapi cukup berbeda dari yang lain sehingga tidak ada dua orang yang benar-benar sama. Itu semua adalah keunikan yang dimiliki masing-masing orang.

Meski kita semua dilahirkan secara unik, namun kemudian, ketika bersekolah, dan kebanyakan dari kita belajar agar dapat ‘cocok’ dan mempunyai teman, sehingga kita harus mengorbankan banyak keunikan kita. Orang dewasa mengolok-ngolok remaja karena si remaja menyesuaikan diri dalam ‘peraturan-peraturan’ yang ditentukan oleh sesama remaja. Sementara itu orang dewasa tidak menyadari bahwa mereka sendiri sesunggguhnya juga telah mengerjakan hal-hal yang sama persis dengan pekerjaan mereka setiap hari. Sebagai contoh, perhatikan lalu lintas pada jam-jam sibuk (khususnya di kota besar). Kita semua merupakan pakar dalam menyesuaikan diri sehingga kita harus tiba di tempat kerja tepat pada waktu yang sama. Kita menghabiskan waktu pagi dan sore dengan berjuang dan marah-marah, bertengkar dengan sesama penyesuai diri (orang lain yang juga ke tempat kerja) untuk mencapai suatu titik di dalam peta, semuanya pada jam yang sama. Akibatnya jalanan macet! Tidak heran bila hal ini menyebabkan ketidakefektifan kerja.

Kita seringkali belajar untuk mengorbankan keunikan agar dapat menyesuaikan diri sehingga kita menjadi seperti yang lainnya. Pada saat yang sama kita mengorbankan keunikan agar dapat menyesuaikan diri sehingga kita menjadi seperti yang lainnya. Itu artinya, pada saat yang sama kita telah mengorbankan kemampuan kita untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar. Jika orang mengorbankan seluruh keunikannya, mereka mengorbankan hidup mereka demi tugas penyesuaian diri yang ‘tidak selalu berguna’.

Sesungguhnya keunikan itu ada imbalannya. Tapi jangan lupa bahwa itu (imbalan) tidak terjadi pada semua keunikan. Ada orang yang ‘unik’, namun tidak bernilai apa-apa. Hanya keunikan yang memiliki nilai tambah yang bisa membuat kita sukses.

Lalu apa yang bisa dilakukan dengan keunikan itu? Seringkali kita mengabaikannya! Hidup kita selalu diisi dengan upaya untuk menyesuaikan diri dengan orang lain. Perhatikan teman-teman anda. Saya berani bertaruh bahwa mereka mirip dengan anda. Saya yakin mereka tinggal di dalam rumah yang mirip. Mengendari motor atau mobil yang mirip, mempunyai profesi yang mirip, dan menerima penghasilan yang mirip. Untuk membuktikan hal ini, silahkan catat 5 – 10 teman dekat anda, data identitas, pekerjaan dan kira-kira penghasilannya. Memang anda tidak sama persis dengan teman anda, tetapi hampir sama. Hal ini bisa terjadi karena orang lebih menyukai orang yang mirip dengan dirinya.

Sekarang perhatikan pula, orang-orang kaya di sekitar anda atau orang kaya yang anda tahu. Teman-teman mereka juga mirip-mirip, dan tentunya sama-sama kaya. Orang-orang kaya ini adalah orang-orang yang unik, karena cara hidupnya, cara berpikir dan cara bekerjanya tidak sama dengan orang-orang kebanyakan.

Anda mungkin tahu tentang mobil Ferari. Setiap di sebut mobil Ferari, yang terbetik dalam pikiran seseorang pasti mobil cepat dan mahal. Harga Ferari memang sangat fantastik mahalnya. Harganya milyaran rupiah! Perhatikan mobil itu. Saking mahalnya, mobil ini biasanya sepuluh sampai dua puluh kali lipat dari rata-rata harga mobil. Namun apakah Ferari memiliki keunggulan sepuluh atau dua puluh kali lebih baik? Tentu saja tidak. Ferari memang super, tetapi tidak sehebat itu.Apakah Ferari sepuluh atau dua puluh kali lebih cepat? Tidak. Ferari memang bisa dipacu kencang, tetapi tidak sekencang itu. Lalu mengapa mobil Ferari bisa semahal itu? Jawaban simpelnya, “karena Ferari itu unik”.

Jadi, biasanya barang-barang menjadi mahal karena unik. Itu juga berarti, agar seseorang menjadi ‘mahal’, ia juga harus unik. Seseorang akan dibayar sesuai dengan perbandingan langsung dengan keunikannya. Semakin banyak orang yang dapat mengerjakan apa yang kita kerjakan, semakin sedikit kita akan dibayar. Hal ini juga berlaku pada bisnis. Semakin banyak pelaku bisnis yang bisa menjual produk atau jasa seperti yang kita tawarkan, maka semakin kecil margin keuntungannya. Demikian pula, semakin sedikit (langka) orang yang dapat mengerjakan apa yang kita kerjakan, maka semakin besar kita dibayar atau semakin besar penghasilan kita. Perhatikan, pekerjaan yang selama ini dilakukan oleh buruh pabrik, sales promotion girls (SPG) di mall, karyawan rendah di perkantoran atau sejenisnya. Berapa banyak orang yang bisa melakukan pekerjaan itu? Tentu saja sangat banyak. Berapa banyak gaji mereka? Tentu bergaji kecil, karena pekerjaan mereka atau keahlian mereka tidak unik. Banyak orang yang bisa melakukan itu. Buktinya? Kalau ada lamaran kerja di tempat itu, banyak sekali yang mengajukan lamaran. Demikian juga kalau ada kesempatan lowongan kerja sebagai karyawan PNS atau perusahaan swasta, banyak sekali surat lamaran yang diajukan.

Kondisi ini akan tidak lebih baik apabila selama mereka menjalani profesinya juga tidak memiliki keunikan-keunikan. Tapi, tidak semua buruh pabrik selamanya menjadi buruh pabrik. Tidak semua SPG menjadi SPG selamanya. Tidak semua staf rendah menjadi staf rendah. Mereka yang memiliki keunikan tentu akan lebih baik karena akan mendapatkan promosi atau gajinya naik. SPG yang ramah senyum dan kemudian calon pembelinya membeli produk yang dijual, atau buruh pabrik yang mau menambahkan keunikan dalam bekerja, misalnya produktivitasnya diatas rata-rata, maka ia akan promosi atau naik gaji.

Nah, sekarang bandingkan dengan profesi seorang dokter atau profesor, jago sales, dan koki hebat. Jumlah mereka tentu tidak banyak alias sedikit. Karena itu, mereka juga mendapatkan kesempatan penghasilan yang lebih besar. Demikian juga bagi pengusaha yang unik, juga akan mendapatkan kesempatan sukses dan keuntungan yang lebih besar. Tapi sebaliknya, pengusaha yang biasa-biasa, produk dan jasanya banyak ditawarkan oleh pengusaha lain, maka pengusaha seperti ini sulit mendapatkan kesuksesan.

Bagaimana menumbuhkan keunikan pada setiap pekerjaan atau bisnis yang kita lakukan? Intinya hanya pada kreativitas dan selalu berpikir manfaat untuk orang banyak. Apa pun yang kita lakukan harus memiliki nilai tambah atau manfaat bagi orang banyak. Kalau mau jadi pengusaha, maka produk dan jasanya harus memiliki keunikan dan manfaat yang lebih dari pengusaha lainnya. Kalau membuat restoran, maka apa yang membedakan restoran anda dengan restoran lainnya? Keunikan itu bisa dari rasanya yang special, lokasinya yang unik, cara penyajiannya dan sebagainya. Kalau menjadi karyawan juga jangan hanya menjadi karyawan yang biasa-biasa saja. Karyawan biasa-biasa itu jumlahnya banyak, sehingga anda akan sulit bersaing dan digaji rendah. Jadilah karyawan yang unik. Keunikan itu bisa dari produktivitas kerja anda yang diatas rata-rata, keunikan dari cara anda menemukan cara-cara terbaik dalam bekerja sehingga kerja menjadi sangat efektif.

Seni mendapatkan penghasilan besar adalah memastikan bahwa kita mengerti tiga langkah menuju keunikan, yakni memiliki sesuatu yang diperlukan orang lain, memastikan bahwa mereka siap membayar apa yang kita miliki, dan ketiga, memastikan bahwa kita adalah satu-satunya orang yang memiliki. Karena itu, bila kita memiliki ketiga hal itu, maka kita sudah memiliki tiket untuk menuju kekayaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here