Kisah haru Perjuangan Difabel di Yogya Berusaha Lepas dari Riba Rp2,1 M

0
1698
Reporter : Muchlisa Choiriah

Merdeka.com – Seorang pengusaha ternama asal Yogyakarta, Saptuari Sugiharto, berencana membantu seorang penyandang difabel. Dia membuat alat transportasi berkonsep cititour ‘Difa Cititour’, untuk keliling kota Jogja, yang diantar oleh para difabel tersebut.

Berdasarkan postingan “TAK MAU MENYERAH…!!” di akun Facebook ‘Saptuari Sugiharto Full II’, pria kelahiran 8 September 1979 ini menjelaskan bagaimana susahnya para penyandang difabel dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat hatinya tersentuh untuk membantu mereka dengan membuatkan ‘Difa Cititour’. Salah satu postingannya menjelaskan tentang kehidupan seorang pria yang terkena penyakit polio sejak berusia dua tahun, Triyono.

Berikut postingan Saptuari pada 13 September 2015 lalu, tentang Triyono dan perjuangannya:

Namanya Triyono, Allah memberinya kelebihan sejak dia umur dua tahun. Polio menyerang kakinya, sehingga dia tidak bisa berjalan normal. Harus merangkak ketika anak-anak lain sudah berlari. Di dusunnya, di Sukoharjo Jawa Tengah, dia pernah diasingkan oleh kawan-kawan masa kecilnya. Orang tua mereka melarang bermain dengannya dengan alasan takut tertular.

Triyono kecil yang terasing dengan kakinya yang makin mengkerut tidak patah semangat, dia justru belajar makin giat. Sejak SD selalu yang pertama meraih peringkat.

Terus menerus jadi juara, pembuktian tanpa banyak kata-kata. Orang tua mereka sekarang menyuruh anak-anaknya datang kerumahnya, untuk belajar padanya. Masya Allah.

Waktu berlalu. Kaki Triyono sudah terpasang besi di sisi kanan kirinya hingga ke paha, dua kruk juga mampu menyangga tubuhnya. Lulus sebagai sarjana peternakan dengan perjuangan yang pasti melelahkan, bukan hanya soal materi kuliah, tapi juga mengakali kelebihan fisik yang Allah berikan. Triyono memulai berbisnis sesuai dengan ilmunya, dia membangun peternakan ayam dan sapi di Sukoharjo, berkembang begitu pesat, ayamnya hingga puluhan ribu. Begitu juga sapinya.

Saya bertemu dengannya 5 tahun lalu di sebuah ajang kompetisi wirausaha. Saya kagum pada semangatnya.
“Hebat kowe Tri.. Kayak robocop! Kakimu terbuat dari besi…” Dan kami tertawa.

Ketika akan sholat, saya menunggunya di belakang ketika dia berwudhu. Susah payah menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terpeleset di tempat yang licin penuh air. Posisinya harus duduk ketika sholat, kaki besinya diselonjorkan ke depan, di sebelah kruk yang dia letakkan di bumi manapun dia bersujud.

Allah terus mengujinya, orang ini levelnya sanggup ditest dengan ujian yang lebih tinggi. Di tengah bisnisnya yang terus tumbuh, Triyono mulai tertarik hutang ke bank untuk mengembangkan bisnisnya. Hutang riba di beberapa tempat diambilnya, sampai hutangnya tembus Rp 2,1 miliar. Dia punya rumah dengan tanah halamannya 700 m2, avanza baru kreditan siap mengantarnya ke mana-mana.

Allah mencintainya, sehingga dia dihentikan di level tersebut. Seorang penipu dengan sukses membawa sapi-sapi yang akan dibeli, namun kabur tak terbayarkan. Puluhan sapi senilai ratusan juta hilang. Peternakan ayamnya tidak mampu membayar beban ribanya ke bank.

Triyono limbung.

Setiap hari rumahnya disatroni debt colector, pokoknya harus bayar! Bayar! Bayar! Bayaaaarrrrrr….. Gebrak meja! Gak ada toleransi dengan kondisi fisiknya dan bisnisnya yang sedang ambruk, ancaman dari ibunya yang menyadarkan Triyono. “Kalo kamu masih mau mempertahankan rumah itu, ibu gak mau datang lagi kesitu selamanya,”.

Momen tobat itu datang, Triyono melepaskan semua asetnya. Rumah, peternakan dengan puluhan karyawan, mobil semua dijualnya. Diikhlaskan semuanya. Harta yang dia miliki hanya sebuah motor Honda tua yang di modifikasi dengan gerobak yang menempel disampingnya.

Ibunya berkata: “rapopo le kowe ra nduwe opo-opo, ning uripmu tenang. Uripmu resik..”
-Tidak apa-apa nggak punya harta, asal hidupmu tenang. Hidupmu bersih.

Allah begitu mencintainya, menjewernya ketika belum terjerumus makin jauh.

Dengan motor roda tiga itu dia hijrah ke Jogja, Setahun lalu saya bertemu dengannya. Dia bercerita sedang merintis bisnis susu sapi, gak jauh-jauh dari ilmu yang dimiliki. Bulan lalu kami bertemu lagi di Masjid samping Rumah Singgah #SedekahRombongan Jogja, dia berkeinginan punya biro wisata cititour kota Jogja dengan motor yang diantar oleh para difabel. Banyak kawan-kawannya yang hanya di rumah tidak punya daya untuk mencari nafkah sendiri.

difabel1

Triyono. ©facebook.com/saptuari sugiharto

Tidak punya ilmu..
Tidak punya alat kerja..
Lumpuh kehidupannya..

“Tri.. Motormu ini mau gak kalo disedekahkan buat yang lebih membutuhkan?,” Tanya Saya.

“Banyak kawanku yang membutuhkan, tapi ini motor satu-satunya yang aku miliki. Belum ada dana untuk ganti yang baru,” jawab Triyono.

“Bismillah Tri, kita mulai dari dirimu. Kami bantu dari #SedekahRombongan motor matic modifikasi untukmu, agar bisa jadi perintis cititour kota Jogja bareng temen-temen difabelmu, motormu ini kamu sedekahkan untuk temenmu yang membutuhkan.. Sedekah motor.. dapat motor,’.

Wajah Triyono langsung cerah. Dengan mata berkaca-kaca dia merangkul saya. Aaah.. Ini momen sangat berharga, ketika saya menyampaikan sedekah kalian semua tepat pada mereka yang membutuhkan..

Dalam dua minggu motor dikerjakan, Triyono mendesain sendiri motornya, lalu dibawa ke bengkel modifikasi di selatan Jogja. Seminggu lalu dia kerumah saya sampai cengengesan.

“Wuuik! Gaya tenan iki.. Kuat ini tak naiki?,” Tanya saya.

“Kuaaat!! Ayo kita muter!,”.

Hehe.. Benerrr. Saya diajak keliling desa dengan motornya, sebelah kiri dikasih shock empuk mentul-mentul..! Tetap stabil di jalan berlubang.

“Rencana mau dinamakan Difa Cititour, keliling kota Jogja dianter para difabel. Aku mau minta izin ke kepolisian, karena ini konsepnya cititour, bukan kayak ojek. Semoga di mudahkan prosesnya” lanjut Triyono.

Saya merasakan aura positif makin kuat dari dirinya, orang luar biasa yang mentalnya level 10! Jatuh, bangun kembali. Dihajar hancur lebur, bangkit kembali! Menampaaarrrr siapapun yang masih hidup dengan semangat letoy. Mental tempe yang gampang lunglai.

Siang begitu panas ketika dia pamit, memutar motornya sambil melambaikan tangannya. Yang saya tau, Allah Yang Maha Kuasa akan terus mengawalnya.

Postingan yang mengharukan ini mendapat 438 ‘Like’ dan 16 ‘comment’, yang salah satu commentnya berasal dari akun facebook Annisa Purbowo ‘subhanallah. Salah satu hamba pilihan Allah “dibalik kekurangannya, Allah menganugerahkan kelebihan2 lain” yang belum tentu kita yang “kelihatan tanpa cacat” ini bisa melakukan semua itu,” ucap Annisa.

difa2

Dalam akhir penuturan Saptuari, dirinya memaparkan jika ada yang berkenan membantu Triyono dan kawan-kawan difabelnya mewujudkan impiannya, bisa hubunginya di 082328016326.

Mau nyumbang motor boleeeh…
Mau nyumbang biaya modifikasi boleeeh..
Mau bantu ngurus ke kepolisian boleeeh…
Mau ngelink-kan dengan dinas pariwisata, boleeeeh…
Mau buatkan aplikasi di HP kayak Gojek… Boleeeeh!!
Perusahaanmu punya dana CSR buat mereka, boleeeeh buangeeet!!
Semua akan tercatat langit jadi sedekahmu..

Inget pesan Nabi..
“Khairunnas Anfauhum Linnas”
-Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesamanya.

“Apakah engkau sudah bermanfaat bagi sesamamu?,’ tutupnya.

sumber : Merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here