Kisah Lain Bebas Hutang Part 4

0
115

“Tapi kalau resign sekarang, kita engga punya apa apa. Kita engga punya usaha, kita engga punya tabungan. Semua tabungan yang ada akan habis untuk bayar hutang pinjaman.”

Hampir mustahil orang yang bekerja di bank tidak punya pinjaman (hutang). Salah satu jerat bank bagi pegawainya adalah apa yang disebut pinjaman lunak. Bunga pinjaman lunak ini besarnya adalah maksimal setengah dari bunga deposito. Maka biasanya karyawan bank tidak perlu pikir panjang untuk segara menyairkan pinjaman kantor dan menempatkan ke deposito.

“Gak usah kuatir, InsyaAllah semua akan dijamin oleh Allah. Selama kita ikhtiar dan ada keinginan meninggalkan yang haram.”

Hanya berselang waktu satu bulan sejak berdiskusi dengan istri, surat pengunduran diri sudah terkirim ke perusahaan. Saya benar-benar laki-laki yang beruntung. Beruntung memiliki seorang istri yang solihah. Tidak ada reaksi negatif atau pertentangan sama sekali saat saya pertama kali mengutarakan keinginan hijrah. Bahkan sebaliknya, saya malah mendapat dukungan penuh dan semangat agar saya segera hijrah meninggalkan riba. Saya juga sangat beruntung, karena saat itu Allah masih membuka hati saya untuk menerima hidayah. Banyak sekali teman-teman saya yang terlena dengan kehidupan riba, sehingga tertutup hatinya untuk menerima hidayah. Satu hal yang paling saya takuti, adalah ketika hati kita sudah tertutup.

Singkat cerita, setelah saya mengundurkan diri, otomatis penghasilan bulanan saya berhenti sama sekali.  Saya tidak menerima pensiun bulanan – alhamdulillah, malah bebas sama sekali dari riba – karena masa kerja saya belum cukup dapat pensiun. Saya hanya menerima uang pensiun sekaligus (sekali bayar). Bisa dibayangkan, dengan pinjaman yang masih besar – karena perhitungan saya adalah masih bisa mencicil selama 14 tahun lagi sampai pensiun nanti – uang pesangon saya hanya cukup dua bulan untuk kebutuhan sehari hari dan biaya pindah keluar kota.

Saya memutuskan untuk sementara hijrah meninggalkan ibukota, dan hidup di daerah dengan pertimbangan biaya hidup yang relatif lebih murah. Awal menjalani masa-masa ‘pengangguran’ memang tidak mudah, karena saya punya tanggungan seorang istri dan tiga anak sekolah. Delapan bulan pertama, saya berjuang dengan mengatasi kesulitan finansial saya. Tidak punya penghasilan, dan investasi saya di bursa saham juga bermasalah (belum bisa dicairkan). Akhirnya, uang sekolah anak-anak nggak bisa bayar alias menunggak. Saya dan istri tidak berputus asa, kita tetap ikhtiar dan berdoa. Terus terang, selama dalam masa-masa sulit itu, saya tetap bersyukur kepada Allah karena keberanian saya berhijrah meninggalkan riba. Semakin saya belajar bagaimana besarnya dosa seseorang yang melakukan riba, semakin bersyukur saya bisa meninggalkannya, walaupun dengan ‘imbalan kehidupan’ yang tidak mudah.

Semua orang bisa mencari tahu bagaimana besarnya dosa riba. Dalam surat Al Baqarah banyak ayat-ayat yang menjelaskan dosa riba. Anda akan berdiri seperti orang yang kesurupan saat di padang masyhar nanti. Anda seperti meniduri ibu kandung sendiri, subhanallah. Tidak bisa dibayangkan seberapa besar dosa jika kita meniduri ibu kandung sendiri setiap hari. Membayangkan nya saja sudah jijik.

Semua sudah dijanjikan oleh Allah, bahwa siapa yang meninggalkan yang haram akan dibantu Allah soal rezekinya. Janji itu mulai terbukti. Setelah berjalan setahun, semuanya berubah membaik perlahan-lahan. Rezeki yang Allah janjikan mulai berdatangan, dan benar, dari arah yang tidak disangka-sangka. Besarnya luar biasa. Tiba-tiba saya dimudahkan dalam berurusan dengan sesuatu. Apapun!. Baik dalam bisnis maupun urusan lainnya.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here