Kisah Lain Bebas Hutang Part 5

0
69

Atas segala usaha, doa dan juga rahmat Allah, saya berhasil merintis usaha restauran. Usaha ini saya kelola sendiri, saya menjadi chef-nya bersama istri. InsyaAllah pekerjaan halal dan berkah. Lebih dari itu, yang paling penting, saya sangat menikmati pekerjaan ini. Saya punya banyak waktu untuk bersama istri dan anak-anak. Hitung-hitung bayar hutang waktu kebersamaan yang hilang selama hampir 20 tahun saya bekerja. Dalam dua tahun, saya bisa membeli saham pada dua restoran lain. Bahkan dengan mudahnya – yang tidak pernah terjadi saat saya dulu ingin pindah kerja– saya bisa menjadi project manager di sebuah perusahaan minyak asing. Kini, keadaan finansial saya sudah membaik secara drastis.

`Ada satu hal yang ingin saya sampaikan kepada siapapun yang membaca tulisan saya. Ketika kondisi susah di awal masa hijrah, saya selalu berpegang teguh pada keyakinan saya atas jaminan Allah Azza wa Jalla. “Shalat dan bersabarlah, ajak istri dan anak agar selalu shalat dan kami yang akan menjamin rezekimu” kira-kira begitu janji Allah. Alhamdulillah, apa yang saya punya saat ini, yang tidak saya punya saat masih bekerja di bank adalah waktu luang yang banyak. Maka, sejak saat itu saya tidak mau meninggalkan shalat berjamaah di mesjid.

Ada satu hadits dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam  bersabda: “Barangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama’ah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jami’ II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).

Memang, perlu usaha yang sungguh-sungguh untuk melakukan shalat selama 40 hari berjamaah tanpa tertinggal takbir pertama. Tapi dengan menjalankan usaha ini, saya baru bisa merasakan dimana hidup saya adalah untuk shalat, bukan untuk yang lain. Saya men-simplify hidup saya. Semua aktivitas dan kegiatan saya harus menyesuaikan dengan waktu shalat. Dan hikmah yang saya dapatkan adalah, kedisiplinan yang luar biasa dan kenikmatan hidup yang belum pernah saya rasakan sebelumnya. Alhamdulillah.

Dampak lainnya, banyak kemudahan yang diberikan Allah dari arah yang tidak disangka-sangka seperti saya ceritakan di atas. Yang menakjubkan adalah bebas hutang sama sekali. Ya, sudah dua tahun lebih, saya bebas hutang. Walaupun keadaan sesulit apapun, saya akan tidak pernah mau lagi mengambil pinjaman dari bank. Sejak saya resign, semua kartu kredit saya lunasi dan saya tutup. Tidak ada kamus kartu kredit lagi dalam hidup saya. Tidak ada pinjaman-pinjaman dari bank maupun dari instansi keuangan yang banyak sekali menawarkan jasanya.

Sulit dilukiskan dengan kata-kata, nikmatnya bebas hutang. Apalagi setelah puluhan tahun hidup bersama jatuh tempo kartu kredit. Sekarang saya tidak pernah lagi merasakan perasaan was-was terlambat bayar dan denda. Hidup lebih nyaman, tenang dan berkah.

Dulu saya juga kuatir jika resign, berarti meninggalkan banyak fasilitas kantor, salah satunya adalah fasilitas kesehatan. Saat bekerja saya termasuk yang sering sakit dan dirawat, juga anak-anak saya. Tapi kekuatiran itu tidak terbukti. Dalam empat tahun terakhir, alhamdulillah kesehatan saya dan anak-anak justru membaik. Alhamdulillah saya dan anggota keluarga tidak pernah sakit yang membutuhkan biaya pengobatan atau rawat inap. Mungkin dulu karena banyak makan uang haram sehingga mudah sakit jasmani dan rohani, fisik dan pikiran. Bahkan sekarang, anak-anak saya sedang proses hafal Al Quran. Semoga Allah bisa mengabulkan keinginan saya memiliki tiga anak yang hafal Quran.

Terakhir, pesan saya buat para pembaca, segera hijrah dan tinggalkan riba!. Tidak ada waktu yang tepat kecuali sekarang. Segera putuskan, sekarang!. Percayalah bahwa Allah akan menjamin hamba-Nya yang meninggalkan keburukan demi kebaikan. Tidak ada yang bilang mudah, tapi ini bukan pilihan, dan harus dikerjakan. Selama masih ada nafas, tinggalkan riba sebelum terlambat.

Saya bersyukur atas hidup bebas hutang yang saya miliki sekarang, dan semuanya ini berawal dari kenekatan saya mengajukan surat pengunduran diri saya per tanggal 17 November 2011.

Salam, Arie Ardyanto

Pekanbaru 17 November 2015

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here