Kisah Lain Bebas Hutang

0
63

Tahun 2010 ketika aku bertemu mas Toro di salah satu bank BUMN terbesar, dia begitu bersemangat:  “Tenang  mas, besok  aku  mau  bikin  Dokter  Bakso,  wis tak  jamin rame..  Aku pun pengen jadi pengusaha!”Katanya. Aku hanya mringis saja.. Hehe

Waktu berlalu, 4 tahun tak bertemu tiba-tiba aku ketemu mas Toro di sebuah resepsi pernikahan. Wajahnya begitu cerah, prengas prenges (ketawa-ketiwi). Ketika ku todong mana Dokter Bakso nya?

“Allah menunjukkan jalan lain yang lebih luarrr biasa mas, besok aku ceritakan”.

Baru 2 minggu lalu aku ke rumahnya, tercengang aku mendengar kisahnya. “Sudah tiga tahun aku resign dari bank itu mas, posisi sudah mapan dengan gaji Rp10 juta perbulan. Setahun aku bisa menerima bersih Rp200 juta termasuk bonus-bonusnya. Namun dalam hati terdalam aku gelisah luar biasa, hutangku menumpuk hingga Rp450 juta, kartu kreditku platinum, hutangnya puluhan juta. Aku setiap hari berkeliling menawarkan hutang-hutang baru kepada nasabahku. Ada yang mengganjal dalam hati ketika membaca ayat-ayat Quran tentang riba, ditambah dengan nasabah-nasabahku yang kelimpungan ketika bisnisnya merugi dan tidak bisa membayar cicilan. Pihak bank tidak mau tau dan tetap menagih untuk angsuran.. ”

Aku terdiam, karena aku pun pernah mengalaminya. Ketika jatuh tempo membayar terlewati satu hari saja mereka sudah menelpon dan SMS tiada henti. Risihnya setengah mati. Mereka gak peduli kalo uangnya masih diputar untuk beli bahan baku dan operasional sana sini.

Lanjutnya,
Bismillah.. Aku niatkan pada Allah membersihkan diri mas. Aku resign (keluar kerja) dari bank di tengah pertentangan kawan dan keluarga. Uang pensiunku hangus, aku hanya punya keyakinan.. Allah tidak akan pernah ingkar janji

Nekat bener ini orang…

“Aku bilang pada istriku mas, rumah akan saya jual. Kita ngontrak dulu. Kita mundur selangkah untuk melompat maju. Uangnya aku gunakan untuk beli tanah, aku bangun rumah petak dan aku jual lagi. Alhamdulillah langsung laku. Hasil penjualan aku belikan tanah lagi, bangun jual lagi. Begitu seterusnya. Dalam 2 tahun hutangku lunas. Aku sudah bisa membeli rumah ini cash. Semua hutang kartu kreditku juga lunas”

Wow.. terus?

“Ketika kita yakin seyakin-yakinnya dengan kekuasan Allah, kita niat membersihkan diri, jalan akan terbuka luas mas. Tahun lalu aku membeli tanah di dekat Jogja Expo Center, kudiamkan saja. Aku hanya di rumah, anter anak sekolah. Tiap adzan aku langsung ke masjid untuk sholat berjamaah. Pokoknya tidak boleh telat. 10 bulan kemudian tanah itu ditawar orang, aku lepas untungnya 900 juta. Sekarang coba mas, pekerjaan apa yang bisa memberiku gaji sebesar itu dalam 10 bulan?. Aku hanya punya keyakinan ingin bebas riba, ngikut aturan Allah. Dan sungguh Allah tunjukan jalannya, Allah tidak ingkar janji mas..”

Obrolan siang itu sudah memecah konsentrasiku, ketika mas Toro mengantarku ke depan rumahnya. Panther terbaru sudah ada disana. “Empat tahun lalu aku hanya karyawan bank dengan motor tiger itu. Ketika aku manut pada aturan Allah, ternyata benar-benar Allah tunjukkan jalannya. Rumah ini aku beli Rp500 juta, renovasi sedikit habis Rp100 juta, sekarang sudah diatas Rp1 miliar nilainya.”

Lain hari seorang ustadz mengirim capture dari seorang pengusaha di Bogor yang juga melepas aset-asetnya. Dijual demi melunasi hutang, tak peduli lah dengan gaya hidup dan pamer kemewahan kalo itu hanya hutangan. Semu dan palsu belaka. Bener kalo ada yang pernah mengingatkan, bisnis itu bukan hanya soal untung rugi, tapi surga atau neraka. Maha Benar Allah dengan segala firmannya..

*Dikutip dari grup Mas Saptuari

Aturan #7

Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah,

niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.”

(HR. Ahmad 5: 363).

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here