Melipatgandakan Kekayaan Secara Cepat dan Aman (Meraih Kekayaan)

0
260

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Menurut Robert G. Allen dalam buku The One Minute Millionaire, ada lima leverage yang dapat digunakan sebagai pondasi dalam meraih kekayaan yaitu mentor (pembimbing), tim yang kuat, jaringan, peralatan dan sistem. Kelima leverages itu akan memberikan daya ungkit yang luar biasa dalam membangun kekayaan melalui :

  1. Uang orang lain

Di dunia ini ada orang yang memiliki uang berlimpah, namun tidak memiliki waktu untuk mengembangkan uangnya, tidak memiliki cukup keahlian untuk berbisnis atau berbagai alasan lain. Ada juga orang yang kekurangan uang (memiliki sedikit uang) tapi banyak ide kreatif serta semangat dan etos kerja tinggi. Inilah yang menyebabkan adanya supply (penawaran) dan demand (permintaan) kerjasama dalam pengelolaan keuangan. Kondisi ini pula yang melahirkan industri perbankan sebagai lembaga intermediasi (menghimpun dan menyalurkan) dana masyarakat.

Kita dapat memanfaatkan kondisi itu untuk meningkatkan finansial. Bagaimana caranya? Kita dapat mengambil hutang di bank untuk membiayai proyek – proyek produktif maupun properti. Kita bisa juga melakukan kerjasama dengan pemilik dana. Bila kedua hal itu belum bisa dilakukan karena kita belum dipercaya pemilik modal, kita bisa menjadi broker atau perantara jual beli barang, misalnya properti. Kita bisa mendapatkan keuntungan meski tidak memiliki modal sama sekali. Banyak kisah sukses orang – orang yang berhasil memanfaatkan daya ungkit ini (menggunakan uang orang lain atau bank) dan yang paling nyata adalah para konglomerat. Pada pengusaha baru, Anda dapat menyimak kisah Miming Pangarah – pemilik perusahaan percetakan Indoprin – Bandung yang omset bisnisnya sudah mencapai 10 milyar setahun dan total asetnya mencapai Rp. 7 milyar yang diraih dalam waktu hanya 2,5 tahun. Padahal sebelum menggunakan uang bank, omset bisnisnya hanya Rp.150 juta per tahun. Menurutnya, kunci sukses dalam berhutang adalah tidak menggunakan kredit untuk keperluan konsumtif, karena hal itu sangat tabu!. Ia mengatakan, bila seseorang sudah berani menggunakan sekian ribu uang bank untuk kepentingan diluar bisnis, maka hal sembrono itu akan terus terulang dalam jumlah yang makin besar. Sedangkan mengenai kemungkinan risiko kredit macet karena bisnisnya tidak jalan atau rugi, ia menepisnya karena kemungkinan itu relatif kecil terjadi asalkan orang disiplin dalam mengelola managemen keuangan. (Majalah Pengusaha no.51 – Agustus 2005)

  1. Pengalaman orang lain.

Kita memerlukan pengalaman – pengalaman orang lain sebagai bahan pelajaran berharga. Pengalaman itu bisa dari kesuksesan orang lain. Bisa juga dari pengalaman gagal seseorang. Pengalaman bisa mengajarkan apa yang harus dikerjakan dan apa yang harus ditinggalkan. Bagaimana strategi orang-orang kaya meraih kekayaannya dapat kita contoh. Kita juga butuh mentor (pembimbing) untuk membantu meraih tujuan-tujuan yang diinginkan, termasuk tujuan keuangan. Dengan mentor, Kita dapat belajar secara cepat. Meski kita dapat meraih suatu impian atau tujuan menggunakan cara sendiri, namun kita harus melakukan try and error alias coba – coba sehingga butuh waktu lama untuk sampai tujuan. Tentu akan lebih efektif jika kita memiliki cara – cara yang sudah terbukti keberhasilannya dengan ‘ramuan’ yang sudah pas. ‘Ramuan’ itu biasanya dari pengalaman orang lain.

Contoh sederhana, ketika Anda ingin membuat nasi goreng. Meski sudah mendapatkan resepnya, belum tentu hasilnya lezat. Ketika Anda memasaknya, bisa jadi hasil nasi gorengnya terlalu kering, terlalu manis dan sebagainya. Hal itu bisa terjadi hanya karena kesalahan sedikit saja atas tata cara memasak, meski ukuran bumbunya sudah sama persis. Misalnya Anda mendahulukan nasinya kemudian bumbunya, hasilnya akan berbeda bila bumbunya lebih dulu kemudian nasinya. Bukti bahwa pengalaman atau mentor diperlukan, Anda dapat saksikan orang – orang sukses seperti Bill Clinton, Andre Agassi, Nelson Mandela dan Lady Di. Mereka sukses dibidangnya masing – masing karena memiliki mentor yaitu Anthony Robbins. Ide orang lain.

Anda tentu kenal Henry Ford. Pendiri perusahaan otomotif Ford Motor tersebut pernah mengatakan, “Saya tidak pernah berpikir : Mengapa saya harus menciptakan produk yang belum ada. Saya selalu berpikir : Mengapa saya tidak menciptakan produk yang lebih baik dari yang sudah ada?” Apa yang dikatakan Ford memberikan pelajaran bahwa kalau ingin sukses berbisnis, kita tidak harus berpikir mencari ide yang benar – benar tidak ada sebelumnya. Kita bisa menambahkan atau menyempurnakan ide yang sudah ada menjadi lebih baik. Kita boleh meniru ide, bisnis atau kiat-kiat orang lain. Tidak perlu malu mencontek!. Bila ada ide bagus dari siapapun yang dapat dimanfaatkan, tidak ada salahnya ditiru. Tetapi hal yang paling penting dalam mencontek ide adalah menggunakan kaidah ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Pekerjaan orang lain Seringkali dalam bisnis atau pekerjaan yang kita lakukan itu akan lebih baik hasilnya dan lebih efisien bila dikerjasamakan dengan pihak lain. Sama seperti perusahaan mobil, memberikan sub kontrak untuk spare part tertentu kepada vendor, misalnya jok mobil, ban, kampas rem dan sebagainya. Demikian juga bila Anda merintis bisnis, pada awal usaha boleh saja mengurus sendiri mulai dari A – Z, mulai dari pemasaran, mencari modal kerja, mengantar barang, memproduksi barang, menagih dan sebagainya. Akan tetapi bila itu Anda lakukan selamanya, lama – lama Anda kecapaian!. Maka sebaiknya Anda berpikir bagaimana pekerjaan dapat didelegasikan kepada orang atau perusahaan lain. Kondisi yang sebaliknya juga bisa terjadi. Misalnya saat memulai bisnis Anda tidak memiliki modal atau sumber daya yang memadai. Jadilah broker untuk mencari order – order produk dan pengerjaannya dikerjakan oleh perusahaan lain. Waktu orang lain Waktu sehari semalam sama untuk setiap orang yaitu 24 jam. Jumlah waktu tersebut masih harus dikurangi dengan istirahat, tidur, ibadah dan kegiatan lainnya. Hasil sebuah penelitian yang dikutip oleh Promod Brata dalam buku Born to Win menyebutkan bahwa dari masa hidup seseorang yang mencapai 70 tahun, hanya tersisa waktu efektif 12 tahun untuk bekerja. Rata – rata 25 tahun untuk tidur, 8 tahun untuk studi dan pendidikan, 6 tahun untuk istirahat dan sakit, 7 tahun untuk liburan dan rekreasi, 5 tahun untuk komunikasi, 4 tahun untuk makan dan 3 tahun untuk transisi yaitu melakukan persiapan untuk melakukan semua aktivitas diatas.

Dengan memperhatikan realitas diatas, waktu yang tersedia untuk mencapai tujuan hidup ini relatif kecil, hanya 12 tahun. Bila orang hanya bekerja menggunakan waktunya sendiri, maka akan lama sampai tujuan. Maka, mau tidak mau, suka atau tidak, kita membutuhkan waktu orang lain untuk membantu meraih tujuan hidup.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here