Memaknai Keberkahan Finansial Part 3

0
147

Selama ini banyak orang mengidentikkan keberkahan finansial dengan kecukupan dalam jumlah kecil. Itulah sebabnya sering ada pernyataan, “Biar kecil yang penting berkah”. Jarang yang mengatakan, “Biar besar asalkan berkah”. Paradigma ini harus diluruskan agar orang terdorong untuk menjadi kaya dan setelah kaya tidak terikat oleh kekayaannya karena suka beramal. Demikian juga orang – orang kaya di negeri ini akan mendapatkan keberkahan, karena tidak menumpuk – numpuk harta dengan cara menghalalkan segala cara.

Kini saatnya orang tidak hanya mengharapkan keberkahan ketika rejekinya kecil, tetapi juga saat rejekinya berlimpah. Jadi kita tidak lagi berpikir minimalis dengan mengatakan, “BIAR MISKIN ASAL BERKAH” tetapi mengubah paradigma menjadi, ”BIAR KAYA ASAL BERKAH”. Dengan demikian, BIAR MISKIN ASAL BAHAGIA TENTU TIDAK CUKUP BILA BISA KAYA DAN BAHAGIA!

Untuk mendapatkan gambaran lebih lanjut tentang keberkahan finansial, saya memberikan contoh berikut. Cerita ini saya kutip dari sebuah harian Tempo yang menceritakan seorang pegawai sebuah perusahaan penerbitan di Kudus – Jawa Tengah. Gaji pegawai itu relatif kecil sekali bila dibandingkan kebutuhan hidup setiap bulannya apalagi dia harus menghidupi dan menyekolahkan enam anaknya. Bahkan kalau dihitung secara matematis, gajinya tidak akan cukup untuk sebulan. Anehnya pegawai itu bisa menyekolahkan 6 anaknya sampai ke perguruan tinggi menjadi sarjana. Dari mana dia bisa sukses secara finansial seperti itu? Dia mengatakan bahwa penghasilannya memberikan berkah. Karena dia meyakini pekerjaan mencetak buku – buku untuk keperluan pesantren membawa berkah. Contoh sebaliknya, seseorang yang memiliki pendapatan tinggi dan kekayaannya sudah berlimpah tetapi hidupnya serba kekurangan. Berapapun penghasilannya selalu kurang bahkan hutangnya bertambah. Inilah yang disebut tidak berkah. Mike Tyson, sebagaimana cerita diatas mungkin salah satu contohnya.

Faktor – faktor yang menyebabkan tidak adanya keberkahan dalam hidup ini, menurut Abu Al-Hamd Abdul Fadhil dalam buku 15 Sebab Dicabutnya Berkah adalah :

  1. Tidak adanya takwa dan rasa takut kepada Allah
  2. Tidak adanya ikhlas dalam beramal
  3. Tidak menyebut nama Allah ketika memulai pekerjaan, ketika berdzikir dan beribdah
  4. Memakan harta haram
  5. Tidak berbakti kepada kedua orang tua dan menelantarkan hak – hak anak
  6. Memutuskan tali kekeluargaan dan silaturrahmi
  7. Tidak bertawakkal kepada Allah dengan sebenar – benarnya
  8. Tidak senang dan tidak puas dengan apa yang telah ditentukan Allah
  9. Melakukan maksiat serta dosa, dan tidak mau bertaubat
  10. Mendidik dan membesarkan anak – anak tidak berdasarkan agama
  11. Membuat kerusakan dibumi
  12. Tidak mensyukuri nikmat Allah
  13. Percekcokan rumah tangga
  14. Mendoakan buruk diri sendiri dan anak- anak

 

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here