Membuang Keyakinan Salah (Part 1) : Banyak Uang dan Berkah

0
103

Siapa sih yang tidak ingin punya banyak uang (kaya) sekaligus memiliki keberkahan? Hampir dipastikan sebagian besar orang ingin meraihnya. Tetapi mengapa banyak orang yang gagal? Untuk menjawab pertanyaan seperti itu, marilah perhatikan apakah mereka sudah memiliki mental kaya – sebagai modal awalnya, serta seberapa besar keinginan tersebut mampu menggabungkan pikiran, tenaga dan waktu yang dimiliki untuk meraihnya? Seringkali orang hanya ingin kaya dan bebas finansial tetapi tidak ada tindakan yang mengarah kesana dan tidak ada kerelaan untuk ‘membayar’ dengan pengorbanan. Padahal dibutuhkan kemauan sangat kuat untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan. Dalam hal ini, NIAT dan KEPUTUSAN untuk hidup berkelimpahan harus dibarengi dengan TINDAKAN. Tidak ada sesuatu yang jatuh dari langit dan menghampiri kita begitu saja, tanpa ada usaha!.

Berdasarkan sebuah penelitian terhadap orang kaya di Amerika, ternyata 70 persen dari mereka memang sangat ingin kaya, 11 persen berharap kaya, 8 persen berhasrat kaya, 6 persen berkomitmen kaya, 4 persen berkeyakinan kaya dan 1 persen bertindak untuk kaya. Kalau boleh digambarkan dalam bahasa ‘ekstrim’, seseorang harus memiliki ‘dendam’ terhadap kemiskinan dan rindu berat terhadap kekayaan. Dengan ‘dendam’ pada kemiskinan, akan menimbulkan energi dahsyat untuk melawan kemiskinan tersebut. Sama halnya ketika seseorang dendam terhadap sesuatu, ia akan melakukan apa pun untuk melawannya.

Sebaliknya bila pikiran atau mental seseorang tidak memiliki berkeinginan kaya, maka sulit dia akan kaya, kecuali ada mu’jizat. Bila kondisi ini yang terjadi, ada dua kemungkinan penyebabnya yaitu pertama, orang tersebut benar – benar tidak memiliki keinginan karena pengaruh sufisme yang keliru atau merasa puas diri sehingga tidak berusaha meraih kekayaan. Baginya harta tidak perlu dicari dengan bersusah payah. Kemungkinan kedua, orang tersebut ‘munafik’ karena yang terjadi sebenarnya bukan tidak mau kaya, tidak mau bebas secara finansial. Tetapi mereka memiliki jiwa yang lemah, merasa tidak mampu, malas dan putus asa sebelum ‘berperang’. Mereka juga tidak mau ‘membayar’ harga yang diperlukan untuk kaya. Mereka berpura – pura mengutuk kekayaan sebagai sesuatu yang buruk, sebagai akar dari kejahatan. Anehnya mereka selalu mendambakan kehidupannya dengan mudah, seperti jatuh dari langit. Sikap seperti ini justru banyak terjadi di masyarakat.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here