Membuang Keyakinan Salah (Part 2) : Kemauan Kuat

0
64

Dari cerita tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah : apakah dalam meraih kekayaan selama ini kita sudah memiliki kemauan (niat) kuat, mengetahui rahasia uang dan memiliki keteguhan hati dalam menjalankannya? Bila ketiga hal tersebut belum ada, maka kita hanya menjadi pemimpi. Dalam kisah diatas diketahui bagaimana seorang Berta, yang mau belajar dari kegagalannya, mencoba mempelajari sebab – sebab kegagalannya – seperti menilai sistem perusahaan MLM pertama yang tidak fair – kemudian mencari perusahaan lain yang lebih fair. Ia juga memiliki keteguhan hati dan sikap pantang menyerah dalam menjalani hidupa. Baginya, jatuh bangun dalam menjalani kehidupan merupakan hal biasa yang harus dihadapi.

Hambatan paling besar yang menyebabkan seseorang tidak dapat kaya karena mentalnya miskin, selalu merasa kurang dan tidak bersyukur. Sulit bagi orang bermental miskin bisa menjadi kaya karena ia akan menjadi pecundang. Jadi faktor pertama adalah mental miskin, yang menjadi penghalang. Mental miskin selalu mencari berbagai alasan pembenar, menyalahkan kondisi dan menyerah sebelum berjuang. Selalu mencari alasan pembenar (justify) seperti bila melihat orang lain sukses mengatakan, “Wajar mereka sukses dan kaya, karena orang tuanya juga sukses dan kaya”. “Wajar mereka sukses karena orangnya pinter dan punya koneksi orang hebat, dan sebagainya”. Mental miskin juga tercermin dari sikap yang selalu menyalahkan kondisi atau dirinya sendiri. “Wah… saya tidak bisa kaya karena orang tua saya orang miskin, mana mungkin saya punya modal untuk memulai usaha”. “Saya tidak memiliki kemampuan bisnis, jadi tidak bisa menjadi pengusaha sukses”, dan sebagainya. Ada saja alasan – alasan untuk tidak bertindak dan sayangnya mereka tidak fokus untuk mencari jalan keluar mengatasi masalah. Fokus mereka hanya pada kekurangan!

Faktor kedua, banyak orang tidak tahu caranya dan tidak mau belajar bagaimana menjadi kaya. Kesuksesan biasanya dimulai dari bawah dan bermula dari keunggulan seseorang. Sementara itu keunggulan berawal dari dalam, dari mental seseorang. Oleh karena itu mulailah dengan keunggulan yang dimiliki karena hanya orang – orang unggul yang bisa meraih sukses, termasuk mendapatkan kekayaan yang berkah. Semuanya itu hanya dapat diraih dengan proses belajar, belajar dan belajar!.

“ …. Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajad…”

Q.S Al – Mujaadilah (58) : 11

Rasulullah pun bersabda bahwa siapa pun yang ingin sukses dunia, hendaklah dia memiliki ilmu, untuk sukses akhirat dengan ilmu dan sukses dua – duanya (dunia – akhirat) juga dengan ilmu.

Kita jangan terjebak bahwa belajar hanya dilakukan secara formal di sekolah atau perguruan tinggi. Cara yang paling baik adalah belajar dari ‘sekolah besar kehidupan ini’ dan ukurannya bila hari ini kita lebih baik dari hari kemarin, esok lebih baik dari hari ini!. Dengan kata lain, orang yang selalu meningkat kualitas ilmunya, itulah orang beruntung. Kalau dalam bahasa Albert Einstein, “Belajarlah dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini dan berharaplah untuk hari esok. Hal yang penting adalah jangan berhenti untuk bertanya”.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here