Menggerakkan Bisnis yang Mandeg

1
642
Business people at work in their office

Menggerakkan Bisnis yang MandegKonsultasi Bisnis di Majalah Al Madinah Surabaya – Maret 2010

Saya sudah menggeluti dunia bisnis restoran selama lima tahun. Modal awalnya adalah dari hutang Bank dengan tempo cicilan selama 4 tahun. Alhamdulillah, saat ini hutang tersebut sudah lunas, meski seringkali menunggak, hingga kerap didatangi penagih ke rumah.
Namun sekarang ada problem yaitu bisnis stagnan, seperti jalan di tempat. Dulu, semua keuntungan habis untuk bayar cicilan hutang. Nah, sekarang laba habis untuk kebutuhan rumah tangga, tidak tersisa untuk pengembangan usaha. Ada keinginan untuk buka cabang dengan cara menghutang Bank lagi, tetapi istri dan anaknggandoli berkaca dari kasus yang dulu.

Saya bingung, padahal saya masih ingin terus mengembangkan sayap bisnis. Mohon saran dan solusi untuk masalah ini.
(Dika, Sidoarjo)

Jawaban:

Pak Dika yang berbahagia, selamat ya, anda sekarang sudah tidak punya hutang dan berhasil melunasi pinjaman bank. Bisnis anda  yang sudah berjalan selama 5 tahun dan bertahan menurut saya sudah merupakan prestasi. Meski menurut anda stagnan dan hasilnya pas-pasan untuk kebutuhan rumah tangga, tapi percayalah anda sudah punya modal untuk mengembangkan bisnis ini. Modal utama yang anda miliki adalah pengalaman dan ketahanan anda dalam berbisnis.

Terkait dengan bisnis anda yang stagnan dan tidak ada sisa laba untuk pengembangan usaha, anda harus melakukan instropeksi atas bisnis dan cara pengelolaan keuangan anda. Sayangnya, saya tidak dapat informasi yang lengkap berapa penghasilan bersih anda setiap bulannya, sehingga anda merasa itu tidak cukup atau tidak ada hasil untuk mengumpulkan modal pengembangan bisnis. Sebab bisa saja hasilnya besar, tapi anda salah mengelola hasil itu. Atau sebaliknya, memang  hasilnya kecil sehingga memang pas untuk kebutuhan minimum bulanan. Tapi ingat, bahwa kebutuhan bulanan itu besarnya relatif. Bagi orang lain, Rp3 juta itu sudah bisa lebih dari cukup tapi mungkin bagi si B, itu hanya cukup 15 hari saja.

Keinginan anda untuk mengembangkan usaha tentu saja sangat baik. Namun masalahnya, sebelum buka cabang restoran anda harus memastikan bahwa restoran anda saat ini memang sudah baik menu, promo dan sistemnya. Jangan sampai anda membuka cabang resto malah anda kewalahan dalam mengelola dan produk anda tidak bisa diterima di pasar.

Karena itu sebelum anda mengembangkan bisnis anda cobalah lakukan seperti mengevaluasi cara produksi makanan anda. Maksud saya, apakah cara produksi dan cara masak makanan anda sudah baik dan sudah menghasilkan menu yang enak dan lezat? Anda perlu melakukan hal ini agar anda tahu benar kualitas masakan anda. Caranya bagaimana? Lakukan survei kecil-kecilan terhadap pelanggan anda untuk menilai makanan anda. Agar pelanggan mau memberikan penilaian anda bisa memberikan souvenir gratis atau insentif menarik lainnya. Dari hasil survei ini anda dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan menu anda. Bahkan juga anda bisa dapatkan informasi menu apa yang perlu dipertahankan dan menu apa yang di tambah. Dengan demikian, resto anda tidak monoton.

Setelah anda melalukan evaluasi menu makanan, anda evaluasi juga cara pemasaran restoran anda. Dalam kebanyakan bisnis restoran, pengusaha restoran biasanya pasif tidak melakukan pemasaran yang baik. Biasanya hanya membuat tulisan spanduk yang berisi menu makanan dan setelah itu selesai. Silahkan lakukan perubahan dalam hal marketingnya. Buat promo yang sensasional dan menarik perhatian. Misalnya pasang spanduk besar, dan brosur yang menginfokan promo anda. Promo menarik misalnya GRATIS minuman untuk pembelian menu A, atau PAKET HEMAT SEHAT hanya Rp5 ribu, Voucher Diskon untuk jumlah pembelian tertentu, dan lainnya. Silahkan cari kelebihan anda yang bisa di promokan. Tentu saja, promo jangan membuat anda rugi. Tetap harus untung. Maksud saya, kalau anda bilang GRATIS minuman, anda harus sudah hitung bahwa makanan dan minuman itu sudah dihitung sepaket dengan makananya sehingga tidak rugi.

Selain itu, anda juga harus melakukan evaluasi pada cara pengelolaan keuangan keluarga. Menurut saya, bisnis yang sukses juga tidak bisa lepas dari cara pengelolaan keuangan perusahaan dan keuangan keluarga. Salah satu cara pengelolaan keuangan terkait dengan bisnis anda adalah pemisahan keuangan bisnis dan keuangan keluarga. Sudahkah anda melakukan hal ini? Uang perusahaan harus dipisah dengan uang keluarga dan belanja bulanan. Anda sebaiknya ‘menggaji’ diri anda sendiri setiap bulannya. Tentukan berapa ‘gaji’ yang pantas untuk anda dan tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Selebihnya, anda tidak bisa ‘semena-mena’ mengambil uang dari bisnis saat anda membutuhkan uang. Jadi, ambil gaji misalnya Rp5 juta sebulan untuk keperluan anda dan keluarga. Uang itu harus anda gunakan sebaik-baiknya untuk keperluan keluarga. Kalau tidak cukup bagaimana? Anda harus ‘ngutang’ dulu ke perusahaan anda. Bulan berikutnya anda harus bayar. Lha, uangnya dari mana? Dari penghematan uang bulanan bulan berikutnya. Dengan  cara ini, maka saya yakin anda akan bisa mengumpulkan modal usaha karena laba bisnis tidak anda gunakan semena-mena sesuai kebutuhan.

Untuk melakukan hal ini, lakukan evaluasi atau buat daftar kebutuhan bulanan anda. Tulis semua kebutuhan bulanan anda dan hitung kira-kira berapa total yang harus anda keluarkan. Setelah itu, anda pilah-pilah, mana kebutuhan yang penting dan harus dipenuhi dan mana kebutuhan yang masih bisa ditunda. Jadi tidak semua keinginan anda bisa dipenuhi dengan keterbatasan uang anda.  Dengan cara ini, siapa tahu anda bisa mengumpukan modal dari laba restoran anda.

Kemudian terkait dengan rencana pengembangan bisnis anda, sebaiknya dipikir matang-matang setelah anda melakukan langkah-langkah diatas. Apakah boleh menggunakan uang bank? Boleh saja, asalkan anda sudah mempertimbangkan dengan baik, terutama aspek teknis dan pemasaran bisnis anda, serta aspek pengelolaan keuangan anda. Selama ini belum anda benahi, saya khawatir uang bank justru akan menjerumuskan anda.

Demikian semoga bermanfaat.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here