Perencanaan Investasi : Halal, Berkah, Bertumbuh (Part 1)

0
195
Hand writing Time to Invest concept with red marker on transparent wipe board.

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Saat ini banyak pilihan instrumen investasi baik berupa produk perbankan, saham, obligasi reksadana, maupun bursa berjangka. Sebagai muslim kita tidak boleh menginvestasikan dalam investasi yang haram, hanya karena tergiur hasil yang tinggi. Dalam berinvestasi sedikitnya ada tiga prinsip yang harus diperhatikan yaitu:

  1. Halal.

Hasil investasi yang halal selalu memperhatikan syariah. Apa yang dilarang syariah harus menjadi perhatian utama. Idealnya, selain hasil investasi yang halal juga thoyyibah (baik). Islam tidak mengatur secara rinci tentang bagaimana harus berinvestasi. Islam hanya memberikan garis besarnya saja, sebagaimana sabda nabi, “antum a’lamu biumiriddun-yaakum”. Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.

Investasi halal bila tidak mengandung unsur (a) maysir (judi dan spekulasi) misalnya spekulasi mata uang asing, spekulasi jual -beli saham (b) gharar (ketidak jelasan transaksi), misalnya sistem ijon yaitu membeli hasil pertanian yang tidak jelas jumlah maupun kualitasnya karena transaksi itu terjadi jauh hari sebelum bisa di panen. Sistem ini biasa juga diterapkan pada hedge fund (c) haram karena barang yang diperjual belikan jelas-jelas haram seperti narkoba, diskotik, pelacuran, minuman keras dan lainnya. Investasi haram juga bisa karena cara – cara yang digunakan tidak transparan atau saling menipu (d) Riba (bunga). Semua ulama sepakat bahwa riba itu haram, karena jelas Allah berfirman, wa -ahallallahul baiaa, waharramar ribaa. “Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. Namun yang masih menjadi perdebatan adalah tentang bunga bank. Apakah termasuk riba atau tidak! Meski pada akhir tahun 2003 lalu Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa bahwa bunga bank haram, tetap saja fatwa itu belum diterima oleh mayoritas ulama. Namun bila kita menginginkan penghasilan lebih bersih dan jauh dari keragu – raguan (wara’), meninggalkan bunga bank adalah langkah terbaik. Bagaimana dengan orang yang belum mampu meninggalkan terutama orang yang bekerja di bank konvensional? Perlu niat kuat dan langkah – langkah nyata agar segera bisa keluar dari sana. Saat ini sudah banyak pilihan investasi sesuai syariah diantaranya instrumen deposito, saham syariah, obligasi syariah, reksadana syariah, emas dan pada sektor properti.

  1. Berkah.

Untuk mendapatkan keberkahan dalam berinvestasi, cara yang digunakan harus benar, instrumennya benar dan dilakukan suka sama suka tanpa pemaksaan atau keterpaksaan. Tidak ada tipu menipu, harus transparan. Return yang dihasilkan juga wajar. Dengan keberkahan, maka hasil yang diterima akan memberikan manfaat yang sebesar – besarnya bagi pelakunya.

  1. Bertumbuh.

Setiap orang pasti berharap uangnya (investasinya) bertumbuh terus. Tetapi kenyataannya kita menghadapi berbagai risiko yang sering mengurangi nilai investasi, sehingga kita harus mampu memahami risiko agar dapat meminimalisasinya.

Tingkat risiko dapat dibagi menjadi tiga yaitu risiko rendah, sedang dan tinggi. Setiap orang sah – sah saja memilih satu, dua atau bahkan ketiga risiko itu yaitu dengan mengkombinasikan pilihan investasinya. Semuanya tergantung sikapnya apakah risk taker (berani mengambil risiko dengan berbagai pertimbangan dan antisipasi) atau risk avoider (cari aman saja). Dalam berinvestasi ada jargon high risk high return (semakin tinggi risiko, semakin besar peluang hasilnya). Hal ini tergantung dari kesiapan seseorang dalam menanggung risiko.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here