Perencanaan Menyucikan Kekayaan

0
134

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Meski sudah berhati – hati dalam mencari rejeki, tidak menutup kemungkinan masih ada harta yang haram. Itulah sebabnya kita perlu menyucikan kekayaan. Tidak hanya itu, perencanaan menyucikan kekayaan sudah menjadi kewajiban umat Islam. Banyak perintah dalam Al – Qur’an maupun hadits tentang hal itu. Biasanya perintah shalat selalu diikuti dengan perintah membayar zakat. “Aqimisshalaah wa-aatuzzakat”

Bila dalam perencanaan keuangan konvensional tidak ada rencana menyucikan harta, maka dalam perencanaan keuangan Islami harus menjadi kewajiban dan prioritas pengeluaran rutin. Untuk menghindari kelalaian dan tidak memberatkan bayar zakat, sebaiknya setiap bulan disimpan dalam rekening khusus atau bisa dibayarkan setiap bulan terutama bagi pegawai.

Perencanaan untuk menyucikan kekayaan, setidaknya menyangkut hal-hal berikut :

  1. Zakat, Infaq, Sedekah (ZIS). Zakat hukumnya wajib bagi orang yang memiliki harta benda dan penghasilan yang sudah memenuhi nishab (batas minimal) dan haul (sampai waktunya, biasanya satu tahun). Sedangkan infak dan sedekah lebih menyangkut pada kedermawanan, hukumnya sunnah. Kalau dikerjakan mendapatkan pahala, ditinggalkan tidak berdosa.

 

  1. Saat ini untuk melakukan wakaf tidak harus memiliki sebidang tanah atau uang banyak karena sudah ada fasilitas wakaf mulai Rp.100.000,- seperti yang di kelola oleh Dompet Dhuafa Republika dengan meluncurkan Tabung Wakaf Indonesia. Anda dapat mengunjungi www.tabungwakaf.com atau menghubungi bank syariah terdekat, untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Dengan wakaf, harta yang diwakafkan akan mengalirkan pahala selama wakafnya masih bermanfaat.

 

  1. Pajak sebagai kewajiban warga negara. Selain membayar ZIS, tidak ada salahnya membayar pajak. Sebagai warga negara, membayar pajak adalah kewajiban. Saat ini undang – undang pajak di Indonesia telah mengakomodasi antara zakat dan pajak. Bagi orang yang sudah membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang disyahkan pemerintah maka bukti pembayaran zakat tersebut dapat dijadikan sebagai pengurang membayar pajak.

Berikut ini perhitungan zakat berdasarkan sumber penghasilan :

 

Sumber : Buku Cara Praktis Menghitung Zakat (Kalam Pustaka, 2005) dan sumber lain (diolah)

*) Haul atas zakat didasarkan atas tahun Hijriah.

Nishab = batas minimal untuk mengeluarkan zakat.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here