Perencanaan Pendidikan Anak

0
316

Pada pembahasan sebelumnya telah disampaikan ayat – ayat Al – Qur’an maupun hadits yang menganjurkan untuk selalu belajar. Apalagi mempersiapkan pendidikan anak– anak adalah kewajiban. Dalam ayat Al Qur’an Allah memperingatkan kita agar tidak meninggalkan suatu generasi dalam kondisi lemah. Lemah disini dapat dimaksudkan sebagai generasi yang tidak dapat bersaing karena kurang berpendidikan maupun secara ekonomi tidak mandiri bahkan miskin. Allah berfirman :

“Dan janganlah kamu membunuh anak – anak kamu karena kemiskinan. Kami akan memberi rejeki kepada kamu dan kepada mereka”.

Q.S Al – An’am (6) : 151

Meski demikian, kita harus terhindar dari persepsi keliru bahwa pendidikan hanya dimaksudkan sebagai investasi dan hanya cenderung mengejar gelar kesarjanaan. Pendidikan haruslah sebagai proses belajar yang mampu menumbuhkan potensi unik yang ada dalam diri setiap anak agar dapat menjadi dirinya sendiri dan senang menjalani kehidupan ini.

Pendidikan perlu biaya, dan membutuhkan waktu panjang. Itulah sebabnya perlu merencanakan biaya pendidikan karena :

  1. Semakin tingginya biaya pendidikan di masa depan.

Biaya pendidikan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan seiring dengan inflasi. Rata-rata inflasi yang terjadi setiap tahun adalah 10 persen. Bahkan ketika krisis ekonomi tahun 1998 – 1999 inflasi mencapai lebih dari 25 persen, karena melemahnya mata uang rupiah dibandingkan mata uang asing terutama US dollar.

  1. Ketidakpastian penghasilan di masa depan.

Tidak ada seorang pun mampu memprediksi masa depannya, karena rejeki, umur dan jodoh adalah urusan Allah. Bila saat ini kita diberikan rejeki berlimpah, maka pada tahun – tahun mendatang belum tentu!. Menghadapi ketidakpastian itulah perlu persiapan. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan.

  1. Ketidakpastian phisik dan umur. Hari ini sehat, besok belum tentu masih sehat. Bisa jadi sakit, bahkan meninggal dunia.
  2. Untuk mengetahui jumlah angsuran yang harus disiapkan setiap bulan, agar pada saat dibutuhkan dapat mencukupi biaya pendidikan anak. Banyak orang melakukan angsuran biaya pendidikan, namun kesalahan mereka adalah tidak tahu berapa seharusnya uang yang ditabung. Ada yang menabung asal menabung saja! Atau ambil asuransi saja, tetapi berapa nilainya tidak tahu!

Berikut ini cara merencanakan biaya pendidikan anak.

  1. Mencari informasi biaya pendidikan saat ini. Informasinya minimal menyangkut biaya uang masuk sekolah, universitas, biaya SKS dan biaya administrasi lainnya.
  2. Menghitung perkiraan biaya dimasa depan, perhitungkan adanya inflasi. Cara menghitungnya gunakan rumus :

FV = Po ( 1 + r )t

Dimana FV adalah nilai uang di masa depan, Po adalah nilai saat ini, r adalah tingkat inflasi dan t adalah jumlah tahun. Bila biaya masuk Universitas Indonesia (UI) saat ini Rp.20.000.000,- maka tahun depan diperkirakan Rp.21.600.000,-. Bila anak masih 12 tahun lagi masuk UI, biayanya diperkirakan Rp. 50.363.400,- dengan asumsi inflasi rata-rata 8 persen. Untuk perhitungannya silahkan lihat lampiran 1 : KALKULATOR SATU.

  1. Mempersiapkan dana dengan beberapa alternatif :
    • Menabung sendiri melalui instrumen tabungan, deposito, saham, properti, emas, mata uang asing, reksadana syariah dan lainnya.
    • Membeli Asuransi Pendidikan. Kelebihan cara ini, kita akan ‘dipaksa’ membayar premi setiap bulan atau tahunan.

Penentuan pilihan tersebut sangat tergantung dari penghasilan dan uang yang dimiliki saat ini.

  • Bila memiliki dana cukup, kita bisa menyediakan dana sebesar Rp. 16.050.000,-sehingga pada 12 tahun mendatang diperkirakan sama dengan perkiraan biaya pendidikan sebesar Rp.50.363.400,-, dengan asumsi hasil pengembangan investasi 10 persen per tahun. Cara menghitungnya dengan menggunakan rumus berikut atau gunakan KALKULATOR DUA :

FVt

PV = ————–

( 1 + r ) t

  • Bila hanya memiliki sebagian dana dan sisanya diangsur. Misalnya hanya tersedia Rp.5.000.000,-, maka berapa harus mengangsur setiap bulan? Pertama, perkirakan akan menjadi berapa uang Rp.5.000.000,- ini bila diinvestasikan dengan hasil rata – rata 10 persen selama 12 tahun. Dengan menggunakan KALKULATOR SATU, hasilnya Rp. 15.692.142,- Kedua, atas kekurangan dana itu kemudian hitung berapa angsuran setiap bulan. Biaya pendidikan diperkirakan kurang Rp. 34.671.258,- (= Rp.50.363.400 – Rp. 15.692.142,-). Dengan menggunakan KALKULATOR TIGA, hasilnya sebesar Rp.124,385,- per bulan.
  • Bila tidak ada dana sama sekali, dan mengandalkan angsuran setiap bulan.

Untuk mendapatkan jumlah uang Rp.50.363.400,- pada 12 tahun mendatang, maka harus menabung setiap bulan Rp. 180.681,- dengan asumsi hasil investasi rata-rata 10 persen per tahun. Angka inilah yang harus disetor setiap bulan. Untuk menghitung gunakan rumus berikut atau KALKULATOR TIGA.

[ Po (1 + r ) t – 1 ] x (1 + r )

PV Angsuran = ———————————

Baca juga :

Workshop Jasa Pembuatan Saung Bambu di Depok

Berikut ini contoh rencana kebutuhan dana dan jadwal angsuran tabungan per bulan. Pada contoh ini, usia anak masih 2 tahun dan akan masuk sekolah TK Kecil pada umur 5 tahun sehingga masih ada waktu 3 tahun untuk mempersiapkan dananya. Setelah masuk TK Kecil dilanjutkan ke TK Besar, SD, SMP, SMU dan Perguruan Tinggi (PT).

Waktu Biaya Pendidikan (Uang Pangkal)
Tersedia
(Tahun)
Saat ini Masa Depan
TK 3 3,000,000 3,779,136
SD 5 7,000,000 10,285,297
SMP 11 10,000,000 23,316,390
SMU 14 15,000,000 44,057,904
PT 17 40,000,000 148,000,722

Keterangan : Asumsi tingkat inflasi 8% per tahun, gunakan

KALKULATOR SATU

Waktu Jumlah Angsuran Tabungan
Tersedia Per Bulan (Rupiah)
(Tahun)
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun
1 -3 4 – 5 6 -11 12 – 14 15 – 17
TK 3 89,702
SD 5 131,724 131,724
SMP 11 96,808 96,808 96,808
SMU 14 120,101 120,101 120,101 120,101
PT 17 275,761 275,761 275,761 275,761 275,761
Jumlah 714,096 624,394 492,671 395,862 275,761

Keterangan : Asumsi hasil investasi 10 % per tahun. gunakan KALKULATOR TIGA

Berdasarkan tabel diatas, angsuran yang paling besar terjadi pada tahun ke – 1 sd 3 yaitu sebesar Rp.714.096,- per bulan. Angsuran ini harus dilakukan selama tiga tahun. Sedangkan pada tahun ke 4 – 5, angsuran per bulan yang harus dilakukan sebesar Rp.624.394,- (lebih kecil dibandingkan dengan angsuran tahun 1 – 3). Demikian seterusnya, sampai tahun ke – 17 jumlah angsurannya hanya sebesar Rp.275.761,- per bulan.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here