Perencanaan Pengeluaran Part 3 (Prinsip Pengeluaran)

0
309

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Dalam membuat perencanaan pos – pos pengeluaran, harus memperhatikan prinsip berikut :

  1. Menabung dulu, sisanya untuk ‘berhura – hura’

“Bayarlah dirimu lebih dulu”. Demikian prinsip utama dalam pengelolaan keuangan. Apa maksudnya? Utamakan lebih dulu pengeluaran uang untuk menabung dan investasi, membeli aset produktif. Bukan sebaliknya, menabung dari sisa pengeluaran. Bila menabung merupakan sisa dari pengeluaran, maka yang sering terjadi, orang tidak akan pernah menabung. Kalau pun menabung, nilainya tidak signifikan (kecil sekali).

Kondisi BERBAHAYA Menuju SUKSES FINANSIAL
Penghasilan Penghasilan
Dikurangi Dikurangi
Pengeluaran Hijrah TABUNGAN
Sisa Sisa
TABUNGAN Pengeluaran

 

Bila kita sudah menyisihkan untuk tabungan dan investasi, maka tidak ada salahnya ‘berhura-hura’ menghabiskan penghasilan yang tersisa tersebut. Terserah, uang digunakan untuk apa saja, tentu sesuai syariah!

  1. Menetapkan lebih dulu standar gaya hidup

Tanpa menetapkan standar gaya hidup, pengeluaran keuangan menjadi tidak terarah. Pengeluaran bisa mengikuti besarnya penghasilan, bahkan bisa melebihi penghasilan alias defisit. Masih ingatkah ketika Anda pertama kali mendapatkan penghasilan dengan gaji tertentu? Bagaimana gaya hidup Anda saat itu? Tentu gaya hidup Anda sesuai dengan kondisi keuangan saat itu. Namun seiring dengan peningkatan karir atau keberhasilan bisnis sehingga penghasilan meningkat, bagaimana gaya hidup Anda sekarang? Dulu tidak memiliki mobil, Anda masih bisa naik angkutan umum. Sekarang, setelah memiliki mobil pun masih tergiur mobil yang lebih bagus sehingga biaya transportasi meningkat. Begitu seterusnya….. Pedoman yang paling baik dalam menentukan standar hidup adalah kesederhanaan. Tidak memaksakan diluar kemampuan. Tidak mengikuti gaya hidup orang lain. Anda adalah diri Anda sendiri. Sebagai contoh bila Anda seorang manager sebuah bank, tidak layak bila Anda bergaya seperti direktur bank, meski mungkin Anda sering bertemu dengan direktur bank.

  1. Jangan besar pasak dari pada tiang

Pernyataan ini, sudah sangat familiar. Tapi entah kenapa masih banyak yang melanggarnya? Ada beberapa faktor. Misalnya penghasilan terlalu kecil sehingga tidak memenuhi kebutuhan standar hidup minimum. Tetapi dari sekian kasus yang terjadi, faktor utama yang menyebabkan pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan alias besar pasak daripada tiang (defisit) adalah karena orang tidak bisa memberikan prioritas pengeluaran, mengumbar nafsu – syahwat serta lapar mata. Bila yang terjadi demikian, maka tunggulah kebangkrutannya. Sebab masalah besar selalu bermula dari masalah keuangan. Orang yang selalu defisit keuangannya, bila masih memiliki simpanan (tabungan) lama kelamaan akan habis. Bila simpanan sudah habis, akan menjual harta benda yang dimiliki dan bila sudah habis pula, akan mencoba hutang kesana – kemari, gali lubang tutup lubang dan akhirnya dikejar-kejar debt collector alias penagih hutang berbadan besar.

 

  1. Menunda kesenangan

Prinsip menunda kesenangan bukan berarti tidak boleh bersenang – senang. tetapi mampu menahan kesenangan yang berlebihan. Menunda kesenangan berarti hidup sederhana. Bila kita mampu membeli handphone baru seharga Rp.10.000.000,-, dengan konsep menunda kesenangan, kita tidak membeli HP seharga itu, tetapi hanya seharga misalnya Rp.2.000.000,- dan sisanya untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat dan menambah aset (investasi).

  1. Prioritas kebutuhan, bukan prioritas keinginan.

Kita harus mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi, seperti makan, susu anak dan biaya sekolah. Sedangkan keinginan tidak harus dipenuhi karena belum tentu merupakan kebutuhan mendesak. Misalnya kita sudah memiliki motor, ingin membeli motor keluaran terbaru, padahal manfaatnya tetap sama untuk alat transportasi. Keingingan membeli motor terbaru itu mungkin karena gaya atau estetika, namun alasan ini tidak mendesak untuk dipenuhi. Tidak penting!.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here