Perencanaan Pensiun & Wasiat (Part 2)

0
179

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

Wasiat

Perencanaan wasiat, penting dilakukan untuk menghindari salah paham menyangkut warisan, hutang piutang, serta tugas -tugas yang belum diselesaikan oleh orang yang meninggal.

“Diwajibkan atas kamu, apabila seorang diantara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu – bapak dan karib kerabatnya secara ma’ruf (adil dan baik). Wasiat itu tidak melebihi sepertiga dari seluruh harta orang yang akan meninggal itu), (ini adalah) kewajiban atas orang – orang yang bertaqwa”.

Q.S Al – Baqarah (2) : 180

Mengapa perlu surat wasiat?

  • Sebagai bentuk kasih sayang kepada orang – orang terkasih yang ditinggalkan. Membuat wasiat berarti membuat semuanya menjadi jelas, sehingga diharapkan tidak ada perselisihan dikemudian hari terutama menyangkut harta yang ditinggalkan. Alangkah indahnya hidup ini bila meninggal dunia tidak meninggalkan masalah atau menciptakan masalah pada keluarga yang kita tinggalkan. Jangan sampai niat baik kita memberikan harta kepada anak cucu, malah menjadi bencana bagi mereka.
  • Tidak semua hutang – piutang serta harta kekayaan diketahui oleh anggota keluarga. Tidak sedikit orang yang menyembunyikan hutang, piutang atau harta lainnya semasa hidupnya dengan alasan tertentu. Dengan wasiat, semuanya menjadi jelas.

Menurut Dan Benson dalam bukunya, 12 Stupid Mistakes People Make With Their Money, kita dianggap melakukan kesalahan bodoh, diantaranya bila :

  • Orang-orang yang kita kasihi tidak mengetahui ke mana harus mencari rekening utama, catatan dan dokumen kita jika kita terluka parah hingga meninggal.
  • Sering kali kita mendapati diri kita merangkak diantara boneka-boneka yang berdebu di kolong tempat tidur untuk mencari perjanjian legal atau catatan keuangan
  • Kita belum melengkapi daftar inventaris rumah atau memperbarui data tersebut dalam dua tahun terakhir
  • Kita tidak memiliki surat wasiat atau belum meninjau ulang surat wasiat kita serta memperbaruinya bersama seorang perencana aset.
  • Kita belum menunjuk penerima kuasa atas aset serta wakil kita untuk perawatan kesehatan.

Di dalam membuat wasiat, terutama yang menyangkut harta kekayaan, sebaiknya tidak diketahui oleh anak-anak agar mereka tidak berharap warisan. Sebab bila mereka tahu, dapat menyebabkan anak – anak malas berusaha karena mengharapkan warisan. Cara terbaik adalah tidak pernah menjanjikan apa pun (harta) terhadap anak – anak. Hal ini pula yang dilakukan oleh orang – orang kaya di Amerika. Dengan cara ini, anak cucu kita tetap bisa hidup mandiri, tanpa bergantung warisan. Meski pada akhirnya mereka juga menerima warisan itu.

Adapun langkah dalam merencanakan warisan adalah:

  • Buatlah catatan keuangan dengan rapi dan lengkap, termasuk laporan harta kekayaan / aset atau neraca keuangan yang didalamnya juga tercantum hutang dan piutang.
  • Tentukan secara jelas bagiannya. Meski Islam mengatur pembagian waris, tetapi kadang pelaksanaannya tidak semulus yang dibayangkan bila kita tidak memperjelas sejak awal. Sebutkan dengan jelas siapa saja yang berhak atas warisan dan berapa bagiannya.
  • Wasiat terhadap warisan itu, hendaknya dititipkan atau disampaikan kepada orang yang bisa dipercaya dan sebaiknya ada saksinya. Akan lebih baik bila membuat surat wasiat melalui pejabat resmi seperti notaris.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here