Raihlah Akhiratnya, Dapatkan Uangnya Part 1

0
101

Dalam setiap amal perbuatan, Islam mengajarkan untuk memulai dengan niat baik. Agar amalan yang kelihatannya hanya ‘berbuah’ dunia, bisa juga ‘berbuah’ akhirat. Jadi, semua tergantung niatnya!. Innamal a’malu binniyah. “Sesungguhnya setiap perbuatan (amal) tergantung niatnya”. Agar seluruh kegiatan usaha, pekerjaan dan kebiasaan di dunia ini tidak sia – sia, kita harus niatkan untuk mendapatkan akhirat. Karena kehidupan akhirat itulah sebaik – baik kampung halaman untuk kembali. “Walal aakhiratu khairul-laka minal ‘uula”. Dan yang tidak kalah pentingnya dari menata niat yang benar karena UANG akan ‘mengikuti’ kita.

Sebagai bukti atas pernyataan ini, saya sampaikan kisah seorang pedagang nasi, sebut saja Si Mbok, di kota kelahiran saya Lamongan Jawa Timur. Kisah ini saya peroleh dari adik saya, saat saya merayakan lebaran 1426 H di kampung halaman. Si Mbok yang janda, awalnya tidak memiliki apa-apa, kini harta bendanya berlimpah. Rumah mewah untuk ukuran di kampung dan uang banyak. Kenapa ia bisa berhasil, padahal dari tingkat pendidikan dan modalnya saat itu sangat minim? Ternyata, pertama kali ia merintis warung nasi dengan niat membantu tukang becak. Ia sangat prihatin dengan kondisi tukang becak yang berpenghasilan pas-pasan, sehingga ia menjual makanan murah, meski tidak untung. Baginya, mendapatkan untung berupa makan sehari tiga kali sudah cukup. Niat tulus dan diimbangi keahlian memasak itulah yang akhirnya berbuah kesuksesan. Kini ia tidak hanya melayani tukang becak tetapi beragam pelanggan dengan omset jutaan rupiah per hari.

Orang yang selalu meniatkan akhirat dalam setiap amal dunianya, ibarat menanam padi. Orang menanam padi (akhirat) biasanya juga mendapatkan rumput (dunia). Berbeda bila hanya menanam rumput, belum tentu mendapatkan padi, karena jarang sekali padi tumbuh diantara rerumputan. Jadi orang yang meniatkan seluruh kegiatan dunianya dengan tujuan akhirat pasti mendapatkan dunia dan akhirat. Sebaliknya orang yang hanya berorientasi dunia, maka hanya dunia yang diperoleh. Hal ini ditegaskan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majjah dan Imam Tirmidzi :

” Barangsiapa yang menjadikan dunia ini sebagai satu-satunya tujuan akhir (yang utama), niscaya Allah akan menyibukkan dia (dengan urusan dunia itu), dan Dia (Allah) akan membuatnya miskin seketika, dan ia akan dicatat (ditakdirkan) merana di dunia ini. Tetapi barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuan akhirnya, Allah akan mengumpulkan teman – teman untuknya dan Dia akan membuat hatinya kaya dan dunia akan takluk dan menyerah padanya”.

Selain itu, Allah berfirman melalui hadits Qudsi :

“Wahai anak cucu Adam, kalian mencurahkan segala ibadah hanya karena ingin ridla-Ku, pasti akan Aku penuhi hatimu dengan kekayaan. Aku juga akan tutup kefakiranmu. Jika tidak demikian, Aku akan penuhi hatimu dengan segala kesibukan. Aku juga tidak akan menutupi kefakiranmu”

HR Ibnu Majjah dari Abu Hurairah

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here