Raihlah Akhiratnya, Dapatkan Uangnya Part 3

0
68

Agar setiap pekerjaan dan bisnis dapat menjadi sumber motivasi jangka panjang dan bernilai ibadah, maka :

  • Tentukan niat baik. Dengan niat yang benar dan niat baik, maka output – nya juga baik. Ingat prinsip garbage in garbage out. Niat harus spesifik, agar apa yang kita lakukan lebih fokus dan berdaya guna, seperti kisah Si Mbok diatas (membantu tukang becak memperoleh makanan murah). Bandingkan bila niatnya terlalu umum seperti “berguna bagi nusa dan bangsa”, maka pengaruh pada perbuatan kita tidak begitu nyata. Bahkan kita akan bingung mau melakukan apa sehingga bisa berguna bagi nusa dan bangsa.
  • Prinsip utamanya adalah khairunnas, anfauhum linnaas (sebaik – baik orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain). Dengan menggunakan prinsip ini, kita akan selalu berusaha agar apa pun yang kita kerjakan selalu bermanfaat di dunia ini. Ukurannya tidak selalu materi (uang), karena uang pasti ‘mengejar’ orang – orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Selain itu Allah memberikan cara meraih kekayaan dunia – akhirat dengan cara sebagai berikut :

Bertakwa

Pada bulan Ramadhan 1426 H yang lalu, ada acara yang menarik perhatian saya. Sebuah reality show menampilkan sosok Mang Endan, panggilan akrab dari Toyibal Ardani. Sosok yang tidak dikenal ini, tiba – tiba muncul dalam dua acara reality show pada dua stasiun televisi yang berbeda dalam rentang waktu yang tidak lama. Singkat cerita, ia mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji secara gratis pada tahun 2007 dari sebuah stasiun televisi swasta dan uang tunai dari stasiun televisi swasta lain. Lalu apa yang menyebabkan ‘keberuntungan’ itu berpihak pada Mang Endan? Berbagai rejeki nomplok itu ternyata tidak tiba-tiba jatuh dari langit.

Hadiah – hadiah itu sesungguhnya merupakan karunia dari Allah sebagai balasan ketakwaannya yang tercermin dari akhlak dan perilakunya. Hal itu sebagaimana janji Allah :

“…..Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya (rejeki) dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap – tiap sesuatu”.

Q.S. Al – Thalaaq (65) : 2 – 3

Mang Endan adalah seorang guru ngaji di sebuah kampung di Bogor, dimana mayoritas warganya miskin. Hidup di tengah masyarakat yang demikian, dia berdakwah dan mengajar ngaji tanpa meminta bayaran tertentu. Jiwa sosialnya juga tinggi, karena dia tidak segan – segan membantu tetangganya yang mengalami kesulitan. Ketika ada yang meninggal dunia, Mang Endan termasuk orang pertama yang mengurus jenazah sampai ke liang lahat (pemakaman), termasuk ikut menggali kuburnya.Mengenai rejeki, ia pasrahkan kepada Allah. Ia tidak takut kekurangan meski menghidupi seorang istri dan empat anaknya hanya dengan berjualan bubur sehabis shalat shubuh hingga menjelang dhuhur. Dia selalu merasa cukup! Bahkan setiap harinya ia mampu menyisihkan Rp.5000,- untuk persiapan bulan Ramadhan, agar dapat lebih konsentrasi beribadah. Keluhuran sikapnya juga tercermin saat ia menjadi orang yang berhak atas dana kompensasi BBM. Ia tidak mau menerima dan mengembalikan jatah dana itu kepada petugas, untuk diserahkan kepada warga yang lain.

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here