Raihlah Akhiratnya, Dapatkan Uangnya Part 6 (Bertawakkal)

0
56

Selamat Pagi Sobat, berikut lanjutan dari bagian artikel sebelumnya ya silahkan di baca dengan seksama…… 🙂

“…..    dan    barangsiapa    yang    bertawakkal    niscaya    Allah    akan    mencukupkan (keperluannya). Sesunguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki – Nya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”

Q.S. At-Thalaaq (65) : 3

Tawakkal adalah berpasrah diri secara total kepada Allah, menyerahkan semua urusan hanya kepada Allah. Menyerahkan semua urusan bukan berarti setelah kita berusaha, tetapi sejak akan melakukan suatu perbuatan.

  • Mulai dari niat, hanya karena Allah
  • Saat perencanaan (Planning) pekerjaan, minta petunjuk Allah agar diberikan rencana pekerjaan yang baik dan bermanfaat
  • Saat mengorganisasikan (Organizing) pekerjaan, minta bimbingan Allah agar berjalan lancar
  • Saat melakukan pekerjaan (Actuating), kita melibatkan Allah agar diberikan kekuatan dan kemampuan menyelesaikan pekerjaan
  • Saat melakukan pengawasan (Controlling) dan evaluasi, kita melibatkan Allah agar ditunjukkan kesalahan atau diberikan kemampuan untuk mengetahui kekurangan pekerjaan kita serta kemampuan untuk segera memperbaikinya agar usaha / pekerjaan kita menjadi baik.

Bertawakkal kepada Allah bukan berarti meninggalkan usaha dan kerja keras. Nabi mengajarkan tawakkal, sebagaimana cerita berikut. Suatu hari ada seorang baduwi (orang kampung) datang pada Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasulullah! Haruskah aku mengikat untaku (agar unta tidak lari), atau haruskah aku tawakkal pada Allah?”. Menanggapi pertanyaan itu Rasulullah bersabda, ”Ikatlah untamu dan bertawakkallah pada Allah.” HR Ibnu Hibban. Jadi tawakkal harus dilakukan setelah melakukan serangkaian usaha atau ikhtiar secara maksimal. Usaha itu bisa berkali-kali, bisa pula harus dilalui dengan jatuh bangun. Tidak menyerah pada kegagalan pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. Berusaha terus, dan memperbaiki strategi atau cara – cara yang lebih baik. Tawakkal berarti menikmati proses kehidupan ini!. Disinilah perlu kesabaran sebelum mengatakan,”saya tawakkal kepada Allah”.

Bagaimana tawakkal bisa melipatgandakan kekayaan? Hakikat tawakkal adalah mengakui ada kekuatan maha dahsyat diluar kekuatan manusia. Sehingga sekuat apa pun, sebaik apa pun, sekeras apa pun usaha bila Allah tidak mengijinkan maka usaha itu tidak akan pernah terwujud. Dengan pemahaman seperti itu, orang yang bertawakkal menjadi legawa (menerima tanpa syarat) atas sesuatu yang telah diusahakan. Tidak sedih, tidak marah atau su’udzan (berprasangka buruk pada Allah). Efeknya, pikiran tenang. Bila pikiran tenang walau dalam kondisi sedih, maka otak tetap bisa menghasilkan ide – ide kreatif, sehingga langkah atau pekerjaan selanjutnya menjadi terarah dan Insya Allah hasil optimal.

Ketika orang sudah menghambakan diri secara total kepada Allah, maka itu berarti tidak ada lagi Tuhan – Tuhan selain Allah. Tidak lagi menjadikan usaha dan kerja keras sebagai Tuhan. Allah tidak lagi disekutukan dengan yang lain, sehingga Allah akan mencintai. Allah akan membantu urusan kita secara total pula. Allah akan memberikan kecukupan rejeki walau tanpa diminta.

Hal ini sangat berbeda bila ada orang yang menyerahkan urusan kepada Allah hanya pada saat ia selesai berusaha (ihktiar). Ini sama artinya, Allah hanya dilibatkan kalau sudah ‘kepentoq’ atau kepepet saja. Ini tidak benar! Emang-nya Allah hanya ban serep? Maka Allah pun bisa saja menjadikan orang ini sebagai orang yang terakhir dalam pertolongannya. Apalagi jika Allah disekutukan dengan yang lain, itu berarti mengkudeta kekuasaan Allah. Kita tahu, mengkudeta kekuasaan presiden saja, ada hukuman yang sangat berat, apalagi mengkudeta kekuasaan Allah.

Eits.. masih ada lanjutan artikel nya loh…. Coming Soon 🙂

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here