Rezeki Anda Seret? Mungkin Ini Sebabnya (2)

0
2019
  • Saat kita sekolah SMA,
    • Orang tua membelikan motor atau mobil untuk transportasi ke sekolah. Kita membalasnya dengan keluyuran dengan motor dan mobil itu sehingga saat mereka minta tolong sesuatu, kita tidak bisa melayaninya.
    • Orang tua menunggu telepon kita, saat kita diluar rumah. Sementara kita asyik menelepon teman-teman kita yang tidak penting.
    • Orang tua menangis terharu ketika kita lulus SMA. Sebagai balasan, kita malah corat-coret baju dan berpesta pora hingga larut malam
    • Orang tua membelikan barang yang kita impikan. Sebagai balasan, kita malahWaduh! Kalau mau beli barang untukku, bilang-bilang dong! Aku kan nggak suka warnanya seperti ini”

 

  • Saat kita Kuliah,
    • Orang tua membayar semua biaya kuliah, dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasan, kita minta mereka berhenti jauh dari gerbang kampus dan menghardik, “Ayah, Mama, aku malu! Aku kan udah gede!”
    • Orang tua mendoakan selalu di rumah untuk kelancaran kuliah. Sebagai balasan, kita yang kuliah di luar kota hanya menelpon saat uang habis.
    • Orang tua memeluk kita dengan haru saat wisuda. Sebagai balasan, kita malah bertanya kepadanya,”Ayah, Mama, hadiahnya mana?, saya sudah lulus”
  • Saat kita kerja dan menikah,
    • Orang tua mendoakan agar kita segera bekerja. Kita membalasnya mencari kerja di luar kota, meninggalkan mereka dan menghubungi hanya dua kali setahun.
    • Orang tua membantu biaya pernikahan. Sebagai balasan, kita mencela karena undangannya tidak sesuai selera kita.
    • Orangtua memberi tahu bagaimana cara merawat bayi. Kita membalsnya dengan berkata, “Ayah, Mama, zaman sekarang udah Nggak perlu lagi cara-cara seperti itu”
    • Orang tua mulai sakit-sakitan dan butuh perawatan. Kita membalasnya dengan mengatakan, “Ayah, mama, aku sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku.”
    • Orang tua kita hidup sendirian di masa tuanya. Kita membalasnya dengan mencarikan pembantu atau mengirimnya ke panti jompo. Naudzubillah mindzalik

Berapa banyak kata-kata yang tidak menyenangkan yang pernah kita ucapkan kepada orangtua. Entah berapa banyak sikap dan perilaku kita yang menyebalkan. Maka, tidak mustahil, kata-kata dan sikap itu yang menghambat saluran rezeki dan kebahagiaan kita selama ini. Sekali lagi, mari anda renungkan!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here