Saat Anda Terjerat Hutang (Part 2)

0
61

Selain evaluasi diri, untuk yang berkeluarga coba evaluasi hubungan antar anggota keluarga. Hubungan yang jelek antara suami istri dan anak juga menimbulkan hilangnya keberkahan finansial. Mungkin anda sering melihat keluarga lain atau merasakan sendiri dalam kehidupan anda. Istri bekerja tapi kondisi keuangan keluarga tetap kurang bahkan tetap ngutang. Bagaimana ini bisa terjadi? Jawabannya bervariasi, tapi intinya satu: (diduga kuat) rumah tangga ini kehilangan keberkahan. Bisa jadi karena adanya hak anggota keluarga yang terabaikan, misalnya;

  • Jika suami yang meminta istri untuk bekerja membantu keuangan keluarga, padahal sebenarnya istri tidak mau, maka bisa jadi suami telah mengabaikan hak istri. Coba cek ulang, apakah istri ikhlas bekerja? Solusinya, mengikhlaskan hati membantu suami atau berhenti bekerja dengan persetujuan suami. Percuma kan, bila suami istri bekerja namun keuangan rumah tangga tetap kurang bahkan tetap ngutang, bahkan kehilangan keharmonisan akibat pasutri sama-sama kelelahan?
  • Jika istri yang menginginkan karir dan meminta izin suaminya, tapi ternyata dia banyak melalaikan hak-hak suami dan anakya, maka ini juga menyebabkan berkurangnya keberkahan rumah tangga.

Karena itu, bagi suami istri yang bekerja, silahkan perhatikan pola hubungan itu. Saling menjaga kepercayaan dan saling mengingatkan, instropeksi dan mengikhlaskan (bila) ada hak-hak keluarga terabaikan.

Selesai baca buku ini, diskusikan dengan pasangan (suami/istri), curhat dan kemudian saling memaafkan.

  ‘Tinggalkan’ Otak Kiri, Pakai Otak Kanan

Aturan #4

Ketika berfikir tentang kemungkinan, jangan tanya pada otak (kiri),

keadaan diri atau ilmu yang terbatas. Tapi lihatlah kekuasaan Allah,

lihat kebesaran Allah (dengan otak kanan)

Kalau masalah sudah begitu rumit, kala masalah begitu kusut, jika mencari solusi pakai otak kiri, pikiran tambah kusut. Cara kerja otak kiri, analisis dan berpikir runut (teratur). Rasional sekali, dan terencana. Untuk masalah rumit dan kusut diperlukan solusi extra ordinary, meski terkesan tidak masuk akal. Inilah ciri otak kanan. Otak kanan juga kreatif, emosional dan imajinatif. Menggunakan otak kanan berarti juga mempercayai hal-hal yang terasa tidak masuk akal oleh otak kiri. Seperti menjalankan perintah agama adalah seolah tidak masuk akal bisa menyelesaikan masalah dunia (ekonomi dan keuangan).

Oke, agar anda bisa lebih memahami bagaimana cara otak kiri dan otak kanan bekerja, berikut ini saya berikan ilustrasi.

Memahami rezeki pakai otak kiri, tentu sulit. Bagi otak kiri, rezeki itu tampak tidak masuk akal. Silahkan hitung pengeluaran dan pendapatan bulanan. Tidak cocok ‘kan angkanya? Dari tampang anda, saya bisa tebak jawabannya. Pengeluaran anda lebih besar dari pendapatan anda. Betul kan… J  Bukankah kondisi seperti ini sudah bertahun tahun? Kok bisa, sampai sekarang masih hidup? J

Rezeki memang tidak masuk akal!  Tapi Allah Maha mencukupkan. Sayangnya, banyak orang berhutang dengan alasan tidak cukup (uangnya). Padahal sesungguhnya yang terjadi karena mereka memenuhi gaya hidup, bukan untuk kebutuhan hidup.

Kalau bertindak dengan otak kiri, jadinya seperti ini…

Kalau anda mencari solusi melunasi hutang dengan otak kiri, pasti bingung! Kalau hutangnya besar, pasti bilang, “tidak mungkin”. Pesimis! Jadi, kalau anda mencari solusi pakai otak kiri, biasanya itu-itu saja solusinya, tidak kreatif. Mentok sana-sini, bingung sendiri, seolah tidak ada jalan. Kalau pun sudah menemukan alternatif solusi, ia akan mengatakan “tapi, kalau …….”,  “jangan-jangan nanti…..”, “nanti begini begitu…..” dan kata-kata pesimistis lainnya.

Orang yang dominan otak kiri, biasanya terpaku dengan sesuatu yang:

Urut, Teratur, Terukur, Terencana, Tertulis, Fokus, Pasti, Masuk akal, Lazim (telah dilakukan selama ini), Monoton, tidak kreatif, tidak imajinatif

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here