Saat Anda Terjerat Hutang (Part 3)

0
107

Padahal, Kalau serba urut dan teratur ketika usahanya buntu pada langkah pertama, sulit untuk melangkah berikutnya. Bukankah spontanitas, kreativitas dan imajinasi bisa menghadirkan sesuatu yang mengejutkan dan menakjubkan? Perhatikan anak-anak, mereka bertindak spontanitas, dan sering kita lihat mereka memberikan kejutan-kejutan?.

Ujung-ujungnya cara-cara kiri  seringkali membuat orang terjerat hutang seumur hidup. Perhatikan pensiunan karyawan (maaf, karena sebagian besar mereka adalah golongan kiri). Sebagian mereka terjerat hutang sampai uzur, dengan menggadaikan SK pensiun. Sekali lagi, mohon maaf, bapak-ibu pensiunan.

Ibadah dengan Cara Otak Kiri,

Saudaraku sekalian, inilah cara otak kiri beribadah yang sepintas lalu, masuk akal:

Kaya dulu, kemudian sedekah

Sedekah terukur, segitu-gitu saja jumlahnya

Mapan dulu, kemudian menikah

Mampu (cukup kaya) dulu, kemudian berbakti pada orang tua

Merasa nikmat dulu, baru bersyukur, baru berhusnudzon

Banyak waktu longgar, baru shalat dhuha, shalat tahajjud

Merasa berdosa dulu, baru shalat taubat, baru istighfar

Mendapatkan kebaikan dulu dari orang lain, baru membalas kebaikan orang lain

Dan lainnya ………….

Cara otak kanan dan agama, kebalikannya. Kelihatannya tidak ada yang pasti, tidak masuk akal, kecuali bagi orang yang beriman. Tapi, pasti menyelesaikan masalah hidup.

Shalat dulu, baru Allah Kasih rezeki (Q.S. Thaha : 132)

Bertakwa dulu, baru Allah memberi jalan keluar dan rezeki yang tidak sangka-sangka (QS. Thalaaq : 2)

Tawakkal, berpasrah diri hanya kepada Allah, baru Allah kasih rezeki (QS. Thalaaq : 3)

Tahajjud dulu, Allah akan meninggikan derajad (QS. Al-Isra’ : 79)

Berbakti kepada orang tua dulu, baru hidup sukses dunia akhirat (QS.  Al-An’am : 151)

Sedekah dulu, barulah rezekinya bisa berlimpah (QS. Al Baqarah : 261)

Meski susah tetap bersedekah, barulah rezeki berlimpah (QS. Thalaaq : 7)

Menikah dulu, barulah rezekinya bisa berlebih (QS. An-Nuur: 32)

Bersyukur dulu, baru nikmat (rezeki) ditambah (QS. Ibrahim : 7)

Istighfar dulu sebanyak-banyaknya (kapan, dimana saja), baru rezeki ditambah (QS.Nuh : 10-12)

Berbuat baik dulu kepada orang lain, baru kebaikan kembali kepada kita (QS. QS. Al-Israa : 7)

Doa dan mendoakan orang lain (sesama muslim) lebih dulu, baru doanya juga ngefek ke kita (Hadist Nabi)

Maka, dengan bertindak pakai otak kanan, anda akan berani mengatakan,

“Saya yakin, dengan ridloNya, semua masalah bisa selesai, bisa saya hadapi dengan tenang, dengan bahagia”

“Saya mau keluar dari jeratan hutang, apa pun yang terjadi. Tak peduli harus melepas sementara aset yang aku miliki, tidak peduli dengan gengsi”

“Rezeki bukan hanya gaji bulanan, rezeki itu dari Allah, sumbernya banyak. Dari jalan yang tidak disangka-sangka”

“Ini waktunya shalat, apa pun kegiatannya harus aku tinggalkan, karena Allah pemilik dunia ini”

“Hutang saya pasti lunas dengan caraNya. Tugas saya hanya mendekat kepadaNya dan berusaha yang aku bisa lakukan”

“Saya akan meningkatkan penghasilan, tak peduli saat ini hanya karwayan bawah. Pasti ada jalan”

“Tak peduli apa pun risikonya, Allah Maha Penolong”

“Saya sudah tidak peduli lagi dengan gengsi, tapi ridloNya yang lebih penting”

“Saya akan bersedekah terbaik (sebesar-besarnya) meski saat ini saya dalam keadaan sempit”

“Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur, meski saat ini saya lagi susah”

dan lainnya, yang akan anda katakan dengan semangat dan percaya diri………………………..

Ketika anda bisa bersyukur saat ditimpa masalah, saat itu ada potensi rezeki, kesempatan ‘naik kelas’. Sementara orang golongan otak kiri berpendapat, musibah adalah keterpurukan. Hutang bertumpuk segede gunung adalah beban yang tidak mungkin terselesaikan.

Sekarang terserah anda, mau pake otak yang mana? Pesan saya, yang terpenting tetap pake otak saat mau bertindak, jangan nggak pake otak J hehehe…

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii 

Semoga Bermanfaat 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here