Satu Hal Penting Ini Sangat Jarang Dilakukan yang Menyebabkan Hidup Seseorang Susah

0
2801

Selama ini (mungkin) kita terlalu egois. Fokus mencari uang untuk diri sendiri dan keluarga. Buya Hamka pernah mengatakan, kurang lebih begini: “Kalau hidup hanya hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau hidup hanya untuk kerja, maka kera juga bekerja” (bekerja menjadi topeng monyet ).

Mari kita renungkan, selama ini hidup kita untuk apa, mencari apa? Jangan-jangan kita hanya kerja, kerja, kerja. Uang, uang, uang. Jangan-jangan, kita lupa bahwa bersosialisasi dan berkegiatan sosial adalah salah satu bagian hidup.

Tugas manusia didunia adalah menjadi khalifah, mengatur dunia ini sesuai kemampuan masing-masing. Kalau hanya mengatur diri sendiri dan keluarga (mungkin) terlalu egois. Kita belum optimal memerankan sebagai khalifah. Karena itu, ayo ambil peran lebih besar lagi dalam hidup ini, InsyaAllah, Allah memberikan kemampuan dan rezeki yang lebih besar pula. Rezeki seseorang juga tergantung dari peran yang dijalankannya. Kalau perannya kecil, rezekinya kecil. Kalau mengambil peran besar, misal banyak membantu orang, aktif di kegiatan sosial, aktif berdakwah, InsyaAllah rezeki Allah yang cukupkan.

Barangkali ini yang kita lakukan dan juga sebagian besar masyarakat lakukan selama ini:
• Berangkat pagi-pagi (bahkan berangkat sebelum shubuh untuk menghindari kemacetan, khususnya yang tinggal di kota besar)
• Pulang larut malam, nggak pernah lihat matahari tenggelam.
• Saat tiba di rumah, anak dan istri sudah tidur sehingga tidak sempat bercengkrama bersama keluarga.
• Hari libur (Sabtu-Minggu), istirahat di rumah, tidur-tiduran, pergi ke mall, atau rekreasi ke luar kota.
• Hari Senin, mengulangi rutinitas kerja, kerja dan kerja……

“Kapan anda berkegiatan sosial, kegiatan keagamaan, kegiatan advokasi atau bahkan kegiatan dakwah?” “Kapan mau berbuat untuk agama Allah, kapan memerankan khalifah?” Hidup bukan hanya untuk cari hidup! Mari perhatikan tugas kita (dan manusia yang lain) dilahirkan ke dunia ini,

Tujuan hidup : mencari ridla Allah (QS. Al Bayyinah : 5)  Ini penting sekali!
Peranan hidup : sebagai khalifah (QS. Al Baqarah : 30)
Tugas hidup : Mengabdi kepada Allah (QS.Adz-Dzaariyaat : 56)
Pedoman hidup : Al-Quran (QS. Al Baqarah : 2) dan Sunnah
Teladan hidup : Nabi Muhammad (QS.Al Ahzaab : 21)
Sahabat hidup : orang-orang beriman (QS.Al Hujuraat : 10)
Alat hidup : harta, tahta, dan semua potensi (QS. Al-Qashash : 77)
Musuh hidup : syetan yang terkutuk (QS.Yaasiin : 60)
Orientasi hidup : keselamatan hidup di akhirat. (termasuk di dunia)

“Sesungguhnya kehidupan di dunia ini adalah kesenangan sementara, dan sesungguhnya kehidupan akhirat dalah tempat tinggal selamanya” (QS.al-Mu’min : 39)

Orang yang memikirkan solusi banyak orang, dia akan dibela Allah (melalui orang lain). Orang yang hidup untuk membesarkan orang lain, dia juga akan besar, hidup dengan kehormatan. Kesuksesan seseorang itu bukan hanya karena dia berhasil memiliki karir tinggi dan uang berlimpah tapi hanya untuk diri sendiri dan keluarga. Kesuksesan adalah apabila kita bisa bermanfaat bagi banyak orang. Kata Nabi SAW, “sebaik-baik manusia adalah orang yang bermanfaat bagi banyak orang”

Sekarang mari kita renungkan, apa yang akan kita lakukan?
Agar kita di tolong Allah, maka kita harus punya nilai-nilai yang jelas untuk kita bela (perjuangkan). “Saya karyawan, gimana saya ada waktu untuk melakukan semua itu? Bukankah itu tugas para pendakwah, kiai, ustadz, ustadzah, aktivis LSM dan para pekerja sosial lainnya?”
Membela dan menegakkan nilai-nilai bukan hanya tugas mereka. Bukan, bukan hanya tugas mereka. Semua yang dilahirkan ke dunia ini memiliki tugas yang sama. Kebetulan pendakwah, ustadz, kiai, mereka mendedikasikan hidupnya sebagian besar untuk kegiatan itu. Karyawan, pengusaha, seniman, dokter dan profesi lainnya pun bisa mengambil peran sebagai khalifah. Kita berdakwah sesuai profesi atau berdakwah melalui kegiatan lain tanpa meninggalkan pekerjaan. Misalnya,
• Jika anda seorang dokter, anda bisa berdakwah kepada pasien. Ingatkan pasien bahwa kesembuhan adalah dari Allah Subhanahu wa ta’āla.
• Jika anda manager perusahaan, anda bisa berdakwah (berkomitmen) mengajak anak buah anda segera pergi ke masjid saat azan berkumandang
• Jika anda seorang arsitek, anda bisa berdakwah kepada klien anda agar dirumahnya tidak dihiasi patung-patung
• Jika anda pemilik warung, anda bisa berdakwah dengan cara menutup warung dan segera bergegas pergi ke masjid saat azan berkumandang
• Anda bisa juga berdakwah melalui kegiatan lain seperti mendirikan sebuah gerakan atau komunitas yang mengajak kepada kebaikan
• …………….. silahkan anda isi sesuai minat anda.

“Barangsiapa memberi petunjuk pada kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.” (HR. Muslim no. 2674)

Tunggu apa lagi, mulai sekarang lakukan apa yang bisa kita lakukan. Ambil peran yang lebih besar dalam hidup ini, untuk mengharap ridlo Allah SWT.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. QS Muhammad : 7

Bagi kita, yang selama ini sudah berjuang habis-habisan bekerja siang malam, tapi kondisi ekonomi keluarga masih terasa kurang bahkan terasa sulit, semakin lama semakin bertambah hutang, ada baiknya kita evaluasi diri, apakah kita sudah melakukan hal itu? Mau tahu lebih banyak tentang hal ini? Mau belajar lebih banyak bagaimana meningkatkan kehidupan dan bebas hutang? Bebas Hutang Cara Taiichii, silahkan klik www.buku.bebashutang.org

Bantu share ya.. agar banyak orang yang sukses dan bahagia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here