Uang Itu Netral Part 2

0
93

Kaya atau miskin memiliki potensi sama dalam masalah ini. Tetapi kekayaan sesungguhnya memberikan peluang untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Sebab dengan kekayaan, orang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus bekerja keras siang – malam, dibandingkan dengan orang miskin, yang masih harus berjuang untuk kebutuhan sehari-harinya.

Dalam sebuah acara bertajuk Tafsir Al Misbah di MetoTV pada awal Ramadhan 1426 H, Prof. DR.Quraish Shihab menyatakan bahwa orang kaya yang bersyukur itu lebih baik daripada orang miskin yang sabar. Karena untuk menjadi kaya orang harus bekerja keras, dan setelah kaya mereka banyak godaan untuk melupakan Allah. Mereka bisa berbuat banyak dengan hartanya. Sedangkan untuk miskin tidak perlu bekerja keras dan mereka biasanya lebih mudah ingat Allah .

Hakikat uang adalah netral karena bisa buruk tapi juga bisa baik. Uang atau kekayaan ibarat dua mata pisau yang tajam. Satu sisi memberikan kenikmatan bagi si empunya, sisi lain menimbulkan kesengsaraan. Mata pisau yang satu bisa digunakan untuk peralatan yang bermanfaat, satu sisi berpeluang melukai bila tidak berhati-hati. Dalam buku The Bridge Across Forever, Richard Bach mengatakan : “Bila Anda mampu mengendalikan uang berarti Anda juga mampu mengendalikan sebilah pedang yang bermata tajam. Peganglah dengan hati-hati, sambil berpikir untuk apa pedang ini?”

Kalau demikian, apakah uang (kekayaan) itu baik atau buruk? Tidak ada yang salah dengan uang. Tidak ada yang salah dengan menginginkan uang dan tidak pula salah memiliki uang sekalipun berlimpah-limpah. Kuncinya adalah bagaimana mendapatkan dan bagaimana memperlakukan uang tersebut. Perilaku itu akan berkaitan dengan mental seseorang. Uang akan membawa kebaikan bila dipegang oleh orang-orang bijaksana, bertanggung jawab dan mengerti hakikat uang. Tetapi sebaliknya uang akan menimbulkan dampak negatif bila tidak dikelola dengan baik.

Barangkali ungkapan indah peribahasa orang China yang berasal dari Belanda (The truth about money), perlu saya sampaikan untuk mengakhiri sub bab ini. (Bisnis Uang no.31/II/ 29 September – 12 Oktober 2005).

  • Dengan uang, kita bisa membeli rumah (house) tetapi bukan kampung halaman (home)
  • Dengan uang, kita bisa membeli ranjang empuk tetapi bukan tidur nyenyak
  • Dengan uang, kita bisa membeli jabatan tetapi bukan kehormatan
  • Dengan uang, kita bisa membeli dokter tetapi bukan kesehatan
  • Dengan uang, kita bisa membeli darah tetapi bukan kehidupan
  • Dengan uang, kita bisa membeli jam tetapi bukan waktu
  • Dengan uang, kita bisa membeli buku tetapi bukan ilmu
  • Dengan uang, kita bisa membeli sex tetapi bukan cinta!

Mau manage uang dengan baik dan hutang lunas? baca buku Bebas Hutang Cara Taiichii

Sumber gambar : Google

 

 

 

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here