Waspada Rentenir Berkedok Koperasi Gentayangan di Kabupaten Bandung

0
322

Bandung – Banyak masalah rumah tangga yang timbul akibat terjerat koperasi bodong. Tak jarang ibu rumah tangga ikut koperasi bodong tanpa izin suaminya dan timbul permasalahan keluarga berujung pertengkaran.

Hal tersebut dikatakan oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung Marlan usai acara Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal, Pemkab Bandung, Jumat (26/7/2019).

“Biasanya terjadi di masyarakat terutama ibu-ibu nih, yang pinjam di luar sepengetahuan suaminya. Begitu bunganya (tinggi) terjadi penagihan akan berakibat kepada kepada permasalahan keluarga. Ini yang harus diwaspadai,” ucapnya.

Marlan mengungkapkan, di Hari Koperasi ke-72 tingkat Jawa Barat, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergoda dengan koperasi bodong.

“Kita mengimbau untuk waspada dengan koperasi yang tidak jelas. Bila perlu tanyakan badan hukum, alamat dan warga juga harus mengetahui koperasi itu seperti apa, cara kerja dan manajemennya seperti apa,” katanya.

Baca juga :

Jasa Pembuatan Saung Bambu dan Gazebo Beserta Harganya.

Marlan mengaku banyak mendapatkan aduan soal koperasi bodong yang beroperasi di Kabupaten Bandung. “Apabila ada koperasi bodong, tanya badan hukumnya. Apakah resmi atau terdaftar di Dinas Koperasi Kabupaten Bandung atau tidak, kita juga harus waspada kepada masyarakat sekarat banyak fintech luar yang tidak terdaftar di OJK. Mereka entah dari mana tahu no HP kita sehingga langsung menghubungi kita,” ucapnya.

“Kita juga bersama dinas akan menertibkan koperasi yang tidak jelas. Karena ini kewajiban kita sebagai pemerintah daerah,” ujar Marlan.

Saat disinggung berapa banyak data terkait jumlah koperasi bodong, Marlan tidak merinci jumlahnya. “Banyak, kita belum tahu datanya. Puluhan tidak sampai ratusan, mereka operasinya seperti rentenir,” ujarnya.
(tro/tro)

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here